TAKALAR, BUKAMATA - Pengelolaan sampah yang dengan menggunakan sistem kumpul- angkut - buang dan masih terkonsentrasi di tempat pembuangan akhir (TPA), secara perlahan akan mulai diubah.
Dengan melibatkan masyarakat khususnya pedagang, pemerintah mengharuskan para pemilik warung dan toko di Takalar, untuk membiasakan diri memilah sampah hasil jualannya.
Mulai dari sampah organik hingga sampah anorganik yang dihasilkan masing-masing setiap harinya selama pedagang berjualan.
Partisipasi aktif pedagang ini, diharapkan akan memberi peranan yang besar terhadap program pemerintah untuk mewujudkan kabupaten yang bersih atau zero waster (nol sampah) serta memajukan Bank Sampah di Takalar.
Sampah yang telah dipisahkan oleh pedagang ini, kemudian akan diproses melalui pengolahan sampah di Bank Sampah. Sehingga bisa kembali bermafaat.
Bupati Takalar, H Syamsari menegaskan, pola kumpul- angkut- buang akan ditinggalkan, dan beralih pada penguatan bank sampah agar penanganan sampah lebih efektif berbasis pada pola 3 R. Harapannya, sampah dapat bernilai ekonomi dan lingkungan terbebas dari sampah.
"Pola seperti ini harus ditinggalkan dan diperbaharui, karena tidak efektif dan hanya sekadar memindahkan masalah dari sumbernya ke TPA, kondisi ini dapat meningkatkan beban dan juga mengurangi umur penggunaan TPA. Karena suatu saat, lahan yang digunakan tidak mampu lagi menampung sampah yang ada, maka perlu d lakukan pngelolaan sampah dengan sistem 3R," papar Bupati Takalar H. Syamsari.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Dikunjungi Mei 2025 Lalu, Gubernur Andi Sudirman Kini Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Takalar
-
Firdaus Daeng Manye Buka Kemah Bakti Pramuka Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Takalar Tahun 2025
-
Berhasil Turunkan Stunting Hingga 11,4 Persen, Pemkab Takalar Terima Penghargaan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
-
Annangkasi Kampong Menggema di Pattallassang Takalar, Kolaborasi Warga–Pemerintah Hadirkan Perubahan Nyata
-
Pemkab Takalar Membuka Seleksi Lelang Empat Jabatan JPTP Atau Eselon IIB