JAKARTA, BUKAMATA - Sebuah kabar duka datang pagi ini. Syekh Ali Jaber berpulang. Salah seorang sahabat beliau, Ustaz Yusuf Mansur mengabarkan, Syekh Ali Jaber meninggal pukul 08.30 WIB di salah satu rumah sakit di kawasan Jakarta Pusat. "8.30 WIB di RS Yarsi Cempaka Putih," tulisnya.
Awal Januari 2020 lalu, Syekh Ali Jaber resmi mengumumkan dirinya sebagai warga negara Indonesia (WNI). Berpindah kewarganegaraan dari Saudi Arabia.
Dalam program Blak-blakan yang tayang di detikcom September 2020 lalu, Ali Jaber menceritakan, dirinya pertama kali datang ke Indonesia pada 2008. Kala itu, tujuan awalnya hanya untuk berlibur. Daerah tujuannya Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dia datang untuk bertemu dengan saudaranya. Di Lombok, Ali Jaber mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Kala itu, Ali Jaber belum bisa berbahasa Indonesia.
"Saya ke Lombok, karena saya dampingi keluarga, yang saya cerita itu yang ada hubungan (saudara dengan orang) Indonesia, saya diajak jalan-jalan ke Indonesia di Lombok dan saya disambut luar biasa. Karena cerita yang beredar, imam dari Madinah, kalau imam dari Madinah pasti kesannya masjid besar, dan alhamdulillah ramai, dan salat di sana dan juga memimpin tahfiz di beberapa tempat. Waktu itu saya belum bisa sama sekali bahasa Indonesia," katanya.
Ali Jaber menceritakan, lambat laun dirinya mulai nyaman berada di Lombok. Dia juga sering berinteraksi dengan warga lokal.
Ali menceritakan, dia sering bermain sepak bola dengan warga lokal. Bahkan, dia diberi nama julukan "Ali Zidane" oleh warga Lombok. Karena warga menganggap Syekh Ali mirip dengan pesepak bola Zinedine Zidane.
"Saya merasa nyaman, Lombok daerah wisata yang sangat indah, pulau-pulaunya cukup banyak, di samping menikmati suasana, juga dapat belajar Al-Qur'an, bahkan saya juga sempat waktu itu ikut bermain bola. Di Lombok sana saya diberikan nama 'Ali Zidane'," ucap Ali Jaber.
Selain ke Lombok, Ali Jaber mengunjungi seseorang di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Pada 2008 itu, Ali Jaber sempat menjadi imam salat tarawih di Masjid Sunda Kelapa.
"Saya silaturahim, salah satu kesempatan saya kunjungi seseorang di daerah Menteng, sore hari dan ketika mendekati Magrib, beliau ajak 'mau nggak ayo salat', dan rumah beliau dekat dengan Masjid Sunda Kelapa, dan kita jalan kaki malah. Beliau kenalkan, saya waktu itu belum bisa bahasa Indonesia, beliau kenalkan sama takmir masjid, 'ini teman saya dari Madinah. Biasanya jemaah kalau ada tamu dari Madinah langsung dia minta imam dan kebetulan saya di Madinah, saya imam di salah satu masjid, bukan di Masjid Nabawi ya, di salah satu masjid dari usia 11 tahun jadi penghafal Al-Qur'an, masalah jadi imam sudah biasa," katanya.
"Begitu saya di Masjid Sunda Kelapa, dapat dari imam salat Magrib dan jadi imam salat Isya, nampaknya mereka terharu dan tersentuh dengan bacaan, makanya mereka minta, 'bisa nggak sekalian Ramadhan', dan alhamdulillah berhubungan baik dan berlanjut dengan kontrak untuk saya menjadi imam tarawih selama bulan Ramadhan di Masjid Sunda Kelapa," imbuh Ali Jaber.
Syekh Ali Jaber memang sempat dikabarkan kritis di rumah sakit karena Covid-19. Lalu beredar foto Syekh Ali yang memakai ventilator. Namun, beberapa orang dekatnya membantah. Katanya, Syekh Ali mulai membaik.
Bahkan sebelum meninggal dunia pagi ini, Syekh Ali sempat dikabarkan sudah negatif Covid-19. Ustaz Yusuf Mansur, berlinang air mata, mengabarkan berita duka tersebut.
"Iya, sudah. Saya sedih banget," ucap Yusuf Mansur, Kamis (14/1/2021).
Syekh Ali Jaber meninggal setelah sempat dirawat di rumah sakit. Belakangan, kondisinya sempat memburuk dan dilarikan ke ICU.
Ustaz Yusuf Mansur mengabarkan, Syekh Ali Jaber meninggal pukul 08.30 WIB di salah satu rumah sakit di kawasan Jakarta Pusat. "8.30 WIB di RS Yarsi Cempaka Putih," tulisnya.
Kondisi Syekh Ali Jaber pun sempat kritis semalam.
"Semalam mulai kritis jam 23.00. Sudah pasang ventilator kurang lebih 16 hari," sambungnya.
Awalnya Syekh Ali Jaber masuk rumah sakit karena Corona. Namun, saat ini Syekh Ali Jaber sudah dinyatakan negatif Corona.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Rasakan Manfaat Luar Biasa Dalam Hidupmu Jika Kamu Rutin Sedekah Subuh
-
Sederhana! Syekh Ali Jaber Tak Punya Rumah dan Mobil Semasa Hidup
-
Bukan di Lombok, Syekh Ali Jaber Dimakamkan di Pondok Pesantren Ustaz Yusuf Mansur
-
Wagub Sulsel Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Syekh Ali Jaber
-
Almarhum Syekh Ali Jaber: Ingin Dimakamkan di Lombok, Hafal 30 Jus Usia 10 Tahun, Jadi Imam Salat Usia 13 Tahun