JAKARTA, BUKAMATA - Lewat data flightradar24, Pendiri 14DAYPILOT Flight Academy, Capt. Gema Merdeka Goeyardi mengungkap detik-detik mengerikan Sriwijaya Air SJ182 terjatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.
Menurut Capt Gema, bukan berhitung menit. Namun, saat-saat mengerikan itu hanya berhitung detik. Di dalam data Flightradar, terungkap detik-detik mengerikan itu pada menit ke-7 setelah Sriwijaya Air SJ182 mengudara.
Di data Flightradar tertulis 07 menit 40 detik. Angka itu tak berubah ketika tiba-tiba pesawat mengalami penurunan ketinggian hingga -4500 feet per menit. Lalu -27.392 feet per menit dan miring ke kiri.
"Di sini yang paling mengerikan. Mungkin saat ini penumpang sudah pingsan. Pesawat mungkin sudah terbelah jadi dua. Kokpit sudah menghadap ke atas tapi bodinya gak tahu seperti apa," ujar Capt Gema yang juga aktif melatih pilot pesawat komersil.
Momen mengerikan selanjutnya saat turun -30.720 feet per menit. "Angka di flightradar tetap 07.40. Berarti ini hanya berhitung tidak sampai detik," ungkapnya dalam wawancara live dengan TVOne.
Menurut Capt Gema, data itu bisa menjadi data awal sambil menunggu kotak hitam ditemukan. Data di dalam black box itu, sangat penting untuk mengungkap apa yang terjadi di ruang kokpit pada detik-detik menjelang kecelakaan udara itu.
Menurut Capt. Gema, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kecelakaan udara itu. Ada faktor luar seperti cuaca dan sebagainya. Juga ada faktor dari dalam, terkait dengan masalah di flight control.
"Kalau lost of control itu lebih ke human. Setiap pilot dilatih untuk speed of control. Setiap 6 bulan pasti ada ujian. Jadi jangan bilang pilotnya unqualified," terangnya.
Seperti diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di Kepulauan Seribu tidak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit.
Dipantau dari situs FlightRadar24, pesawat Sriwijaya Air sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki. Mendadak, ketinggian berubah menjadi 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga terakhir terpantau di 250 kaki. Setelah itu, pesawat hilang kontak.
Pesawat Sriwijaya Air SJ182 tersebut take off dari Bandara Soekarno-Hatta menuju ke Pontianak. Pesawat mulai hilang kontak pada pukul 14.40 WIB.
Pesawat tersebut mengangkut 62 orang yang terdiri dari 50 penumpang (terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi), 12 kru.
Pencarian terus dilakukan. Saat ini, kapal pencari dari Basarnas telah mendeteksi ada dua sinyal. Diduga dari kotak hitam. Namun, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito belum bisa memastikan apakah itu kotak hitam. Pihaknya akan menerjunkan terlebih dahulu penyelam untuk memastikan.
BERITA TERKAIT
-
Gubernur Sulsel Bersama Menhub dan Basarnas Evaluasi Pencarian Korban ATR 42-500
-
Setelah Pencarian, Satu Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Bulusaraung, Identitas Belum Diumumkan
-
Pesawat Air India Jatuh Saat Lelas Landas, Bawa 242 Penumpang
-
Jet Tempur AS Jatuh dan Tenggelam di Laut, Satu Orang Luka Ringan
-
Pesawat American Airlanes Terbakar di Bandara Internasional Denver