JAKARTA, BUKAMATA - Surianto Akip sangat beruntung. Kabid Kamtib Kanwil Kemenkumham Kalimantan Barat itu lolos dari tragedi jatuhnya Sriwijaya Air SJ182, yang jatuh sore tadi di Kepulauan Seribu.
Sebuah percakapan WhatsApp beredar. Antara Surianto dengan seorang bernama Indah.
Dalam percakapan WA itu, Surianto sedianya berangkat tadi dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng, ke Bandara Supadio, Pontianak.
Namun, Surianto tidak kebagian tiket penerbangan Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182. Dia telah kehabisan tiket. Pasalnya, hasil swab test-nya telat keluar. Sehingga dia telat memesan tiket.
"Saya tadi tidak berangkat karena tidak kebagian tiket. Insya Allah besok dinda jam 8 dengan Lion Air," ucap Surianto.
Indah lalu mengirimkan link berita Sriwijaya Air Jakarta-Pontianak yang kehilangan kontak. Surianto lalu menjawab, tadinya pihaknya membooking penerbangan tersebut. Namun tidak kebagian tiket.
Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak pada pukul 14.40 WIB tadi. Pesawat Boeing 737-500 dengan nomor penerbangan SJ182 itu terbang dari Bandara Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandara Supandio, Pontianak.
Nelayan di Pulau Laki dan Pulau Lancang lalu melaporkan mendengar dentuman juga melihat percikan api. Itu sekitar pukul 15.00 WIB. Lalu nelayan melaporkan ke petugas.
Basarnas dan Tim SAR Polairud Polda Metro Jaya melakukan pencarian. Ditemukan kabel dan serpihan celana jins. Diduga bagian dari pesawat berpenumpang 62 orang tersebut.
Jubir Kemenhub, Adita mengatakan, ATC sempat menanyakan arah pesawat yang melenceng dari instruksi pengawas kontrol udara. Namun hanya berhitung detik, pesawat hilang dari layar radar ATC.
BERITA TERKAIT
-
Gubernur Sulsel Bersama Menhub dan Basarnas Evaluasi Pencarian Korban ATR 42-500
-
Setelah Pencarian, Satu Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Lereng Bulusaraung, Identitas Belum Diumumkan
-
Pesawat Air India Jatuh Saat Lelas Landas, Bawa 242 Penumpang
-
Jet Tempur AS Jatuh dan Tenggelam di Laut, Satu Orang Luka Ringan
-
Pesawat American Airlanes Terbakar di Bandara Internasional Denver