Ririn
Ririn

Selasa, 05 Januari 2021 09:21

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

Virus Corona Baru Terus Menyebar, Inggris Berlakukan Lockdown Nasional

Penguncian akan berlangsung hingga pertengahan Februari, dan mengharuskan sekolah dasar dan menengah untuk ditutup mulai Rabu.

BUKAMATA - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Senin mengumumkan lockdown di seluruh negeri, untuk memerangi varian baru virus corona yang menyebar dengan cepat.

Penguncian akan berlangsung hingga pertengahan Februari, dan mengharuskan sekolah dasar dan menengah untuk ditutup mulai Rabu.

Orang hanya diizinkan meninggalkan rumah untuk berbelanja kebutuhan pokok, olahraga, alasan medis, atau pergi bekerja.

"Inggris berada dalam masa kritis,'' kata Johnson melalui siaran TV. "Sementara saya berbicara kepada Anda malam ini, rumah sakit kita semakin di bawah tekanan Covid."

"Karena itu kita harus melakukan penguncian nasional, yang cukup sulit untuk menahan varian ini. Itu berarti pemerintah sekali lagi memerintahkan Anda untuk tetap di rumah."

Deklarasi Johnson menyusul seruan dari kepala petugas medis Inggris untuk meningkatkan pembatasan ke tingkat tertinggi, karena National Health Service (NHS) berisiko kewalahan di beberapa daerah selama 21 hari ke depan.

"Kasus meningkat hampir di mana-mana, di banyak negara didorong oleh varian baru yang lebih menular," kata kepala kesehatan untuk Inggris, Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara dalam sebuah pernyataan yang dirilis Senin (04/01).

Inggris telah mencatat lebih dari 50.000 kasus virus corona baru setiap hari sejak 29 Desember. Pada hari Senin, jumlah kasus yang dilaporkan adalah 58.784 di seluruh Inggris.

Vaksinasi dimulai
Pengumuman lockdown muncul ketika otoritas kesehatan Inggris mulai memberikan vaksin Oxford-AstraZeneca pada hari Senin. Seorang pria berusia 82 tahun menerima suntikan pertama.

Negara itu juga telah memiliki vaksin BioNTech-Pfizer di gudang, dan mereka berharap program vaksinasi massal nasional akan cukup untuk memperlambat penyebaran virus dan memungkinkan kehidupan kembali normal pada musim semi.

"Pekan-pekan ke depan akan menjadi yang tersulit, tetapi saya benar-benar yakin bahwa kita memasuki fase perjuangan terakhir," kata Johnson.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Inggris

Berita Populer