Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Karena kritikan terhadap pemerintah China, Jack Ma dikekang. Bisnisnya diusut. Dikenai tuduhan monopoli. Dan sudah tiga bulan tak pernah lagi muncul di publik. Kemana Founder Ali Baba itu?
BEIJING, BUKAMATA - Sejak Oktober 2020, Jack Ma tak terlihat di publik. Terakhir dia muncul saat mengkritik Pemerintah China
Jack Ma kala itu berpidato. Salah satu orang terkaya di China itu, mengecam regulator China dan bank-bank milik negara. Dilansir dari Reuters, dia mengkritik sistem peraturan negara pada Oktober karena menghambat inovasi.
Bulan lalu, otoritas China tiba-tiba mengumumkan penyelidikan antimonopoli terhadap perusahaannya.
Regulator China dan pejabat Partai Komunis, juga mulai mengekang bisnis Jack Ma.
Sejak itu, pria 56 tahun itu sudah tidak terlihat di publik. Itu dikutip dari The Sun, 3 Januari 2021.
Jack Ma memperoleh kekayaannya setelah mendirikan Alibaba, yang dijuluki Amazon Asia. Dia juga pernah menjadi tokoh favorit rezim komunis China.
Namun, mantan guru bahasa Inggris itu tiba-tiba diganti sebagai juri di final Africa’s Business Heroes, sebuah kontes TV bergaya Den Dragons untuk wirausahawan pemula.
Fotonya kemudian dihapus dari halaman web panel juri dan dia kemudian dikeluarkan dari video promosi.
Ayah dari tiga anak itu sebelumnya menulis di Twitter, bahwa dia tidak sabar untuk bertemu dengan semua kontestan.
"Karena konflik jadwal, Tuan Ma tidak dapat lagi menjadi bagian dari panel juri terakhir Pahlawan Bisnis Afrika awal tahun ini," kata seorang juru bicara Alibaba.
Jack Ma adalah salah satu orang terkaya di China. Dia dikenal kerap menyumbang ke berbagai badan amal global.
Selama pandemi virus corona, dia telah menyumbangkan puluhan juta masker wajah di seluruh dunia. Dan bahkan, ketika ketegangan antara AS dan China semakin memanas, Jack Ma menyumbangkan 2.000 ventilator ke New York bersama rekannya Joe Tsai, yang diapresiasi Donald Trump. Itu sempat diberitakan Daily Mail.
Namun, dalam beberapa pekan terakhir tidak ada aktivitas di akun Twitter-nya, yang biasanya memuat beberapa kicauan dalam sehari.
China memiliki sejarah membungkam miliarder pengkritik. Pada Maret, seorang taipan properti, Ren Zhiqiang, menghilang setelah dia menyebut Presiden Xi Jinping sebagai 'badut' karena penanganannya terhadap krisis virus corona.
Teman Ren Zhiqiang mengatakan, mereka tidak bisa menghubunginya dan 6 bulan kemudian dia dijatuhi hukuman 18 tahun penjara setelah dia secara sukarela dan jujur mengaku atas berbagai kejahatan korupsi.
Xian Jianhua, seorang pemodal miliarder, ditangkap dari sebuah hotel di Hong Kong pada 2017 dan dibawa ke China daratan.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33