BUKAMATA - Jutaan pengikut Donald Trump di Twitter tidak akan dialihkan ke Joe Biden, ketika presiden terpilih mengambil alih akun media sosial resmi Gedung Putih bulan depan.
Ketika Biden resmi menjabat, dia akan dibuatkan akun baru dengan nama @POTUS. Sementara akun yang saat ini dipegang oleh Trump akan berubah menjadi @POTUS45.
Karena perubahan ini, para pengikut Trump akan diberi pertanyaan apakah mereka ingin terus mengikuti akun baru pemerintah, karena akun saat ini akan diarsipkan.
Langkah Twitter ini berbeda dengan penyerahan akun dari Barack Obama ke Trump, di mana 33 juta pengikut @POTUS diteruskan untuk presiden baru.
"Akun resmi pemerintah tidak akan secara otomatis mempertahankan pengikut mereka yang sudah ada," kata Twitter dalam sebuah pernyataan.
"Sebaliknya, Twitter akan memberi tahu pengikut akun-akun ini untuk memberikan konteks bahwa konten akan diarsipkan dan memungkinkan mereka pilihan untuk mengikuti akun baru pemerintahan Biden."
"Misalnya, orang yang mengikuti @WhiteHouse akan diberi tahu bahwa akun tersebut telah diarsipkan sebagai @WhiteHouse45 dan diberi opsi untuk mengikuti akun @WhiteHouse yang baru."
Menurut situs web yang melacak tweet Trump, Factba.se, dia telah kehilangan 368.743 pengikutnya sejak 17 November.
Pada periode yang sama, Biden memperoleh sekitar 2,5 juta pengikut baru.
BERITA TERKAIT
-
KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh, Indonesia Konsisten Dukung Gaza
-
Joe Biden Jalani Operasi Pengangkatan Sel Kanker Kulit
-
Kerjasama AS - Indonesia Bawa Dampak Positif bagi Dunia Usaha
-
Kirim 200 Surat Tarif Impor ke Mitra Dagang, Trump Tutup Ruang Negosiasi Ulang
-
Trump Mau Tukar Data Warga RI dengan Diskon Tarif Impor