BUKAMATA, GOWA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan kembali meminta seluruh masyarakat Kabupaten Gowa untuk tidak beraktivitas di sekitar aliran sungai (DAS) Jeneberang.
Hal ini karena tinggi muka air (TMA) Sungai Jeneberang dan Sungai Jenelata mengalami peningkatan akibat curah hujan yang tinggi dibagian hulu sungai. Sehingga kata Adnan sangat berbahaya jika beraktivitas di sekitar DAS.
"Disampaikan agar tidak ada masyarakat yang melakukan aktifitas memancing atau menyebrang di hilir sungai Jeneberang, mohon kerjasamanya untuk keselamatan kita bersama" ujar Adnan, Minggu (20/19/2020)
Bupati menyebutkan, curah hujan di hulu sungai Jeneberang 117 mm. Sehingga kata dia Kondisi ini masuk klasifikasi sangat lebat.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Adenan Rasyid. Dirinya juga berharap masyarakat tidak melakukan aktivitas memancing ataupun penyebrangan di hilir sungai Jeneberang.
Adenan Rasyid menambah walaupun curah hujan di hulu sungai Jeneberang cukup tinggi, namun saat ini masih bisa ditampung oleh bendungan Bili-bili.
"Karena jauh-jauh hari sejak peringatan dari BMKG kami dari BBWSPJ sudah mengurangi volume air di waduk. Untuk saat ini (pukul 14.00 wita) elevasi waduk Bili-bili 89,19 mdpl, masih dibawah elevasi normal 99,5 mdpl," ungkap Adenan Rasyid.
BERITA TERKAIT
-
Prakiraan Cuaca Ibu Kota Provinsi Se Indonesia Hari Ini, Makassar Berawan Tebal
-
Intensitas Hujan Sedang Hingga Lebat Diprakirakan Terjadi di Luwu Timur Tiga Hari ke Depan
-
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah, Warga Diminta Waspada
-
Waspada Cuaca Ekstrem Seminggu ke Depan! Hujan Lebat hingga Angin Kencang Berpotensi Melanda Banyak Wilayah
-
Pemkot Makassar Tetapkan Status Siaga Cuaca, Munafri Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan