Redaksi : Kamis, 17 Desember 2020 14:29
Ilustrasi

SELAYAR, BUKAMATA - Kamis, 17 Desember 2020. Sebuah informasi dari nelayan masuk ke Basarnas Selayar. Tadi pagi, pukul 10.00 Wita. Mengabarkan kapal nelayan KLM Lapamas 06, terombang-ambing di perairan Pamatata, Selayar.

Ada 6 orang anak buah kapal (ABK) di atasnya. Mereka adalah Ikhsan, Rivaldiansyah, Imran, M Dahlan, Ashar Maulana, dan Arif. Sementara nakhoda kapal, Subhan, sudah meninggal dunia. Kapal juga dalam keadaan mati mesin.

Basarnas Selayar bergerak ke lokasi. Hendak melakukan evakuasi. Turut dibantu unsur TNI AL dan Tagana. Ternyata, nakhoda kapal meninggal. Enam ABK lainnya, terombang-ambing dipermainkan gelombang laut.

"Total 7 orang, 1 orang (nakhoda) sudah meninggal," kata Koordinator Lapangan Basarnas Selayar Febrianto Tri Setiawan, Kamis (17/12/2020).

Salah seorang ABK, Ikhsan menceritakan, mereka berasal dari Sinjai, Sulawesi Selatan. Sedang mencari ikan di Perairan Pamatata Selayar. Pada Rabu malam, 16 Desember 2020, nakhoda kapal Subhan sakit. Sehingga sempat dibawa ke Pulau Rajuni, daratan terdekat. Rencananya untuk pengobatan.

Sayang, dalam perjalanan sekitar pukul 21.30 Wita, sang nakhoda meninggal dunia. Para ABK lalu memutuskan langsung membawa jenazah nakhoda kembali ke Sinjai.

"Saya punya om (nakhoda) yang meninggal, dia perih lambung saja. Jadi kami langsung bawa dia pulang ke Sinjai," kata Ikhsan.

Akan tetapi, dalam perjalanan pulang, cuaca di laut sedang buruk. Kapal mengalami mati mesin sekitar pukul 00.00 Wita. Sepanjang malam para korban terombang-ambing di lautan dan baru bisa melapor ke petugas Basarnas sekitar pukul 10.00 Wita, pagi tadi.