Habib Rizieq Ditahan, MUI Minta Kerumunan Pilkada Juga Diusut
Pasca penahanan Habib Rizieq Shihab karena kasus penghasutan yang menimbulkan kerumunan di tengah Pandemi Covid-19, MUI meminta aparat penegak hukum menegakkan hukum secara adil, dengan mengusut kerumunan pilkada.
JAKARTA, BUKAMATA - Semalam, Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab, resmi ditahan oleh Polda Metro Jaya. Itu setelah menjadi tersangka penghasutan dari kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat.
Usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 12 jam, Habib Rizieq tampak keluar dari ruang pemeriksaan. Tangannya diborgol menggunakan kabel ties. Juga baju tahanan berwarna oranye.
Polisi mengatakan, Habib Rizieq akan ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan.
Kasus ini bermula ketika Habib Rizieq Shihab pulang ke Tanah Air pada 10 November 2020. Sepulang dari Arab Saudi, Habib Rizieq menggelar acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020) lalu.
Kegiatan itu menimbulkan kerumunan dengan jumlah massa yang masif. Massa sampai menutup Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat, saat itu.
Majelis Ulama Indonesia (MUI), berharap penegakan hukum di Indonesia ditegakkan secara adil. Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas mengapresiasi Habib Rizieq yang datang ke Polda Metro usai ditetapkan tersangka. Dia meminta 5 tersangka lain untuk melakukan hal serupa, yakni menyerahkan diri ke polisi.
"Tapi saya benar-benar berharap hukum benar-benar ditegakkan secara adil. Tidak ada diskriminasi dan tidak ada pengecualian," kata Anwar Abbas, kepada wartawan, Sabtu (12/12/2020).
Anwar Abbas menyinggung terkait sejumlah kerumunan yang terjadi selama Pilkada Serentak 2020 berlangsung, hingga ribuan petugas KPPS diketahui reaktif Covid-19. Dia meminta agar penegak hukum juga mengusut hal tersebut.
"Kalau kita betul-betul negara hukum, maka kita harus berani membandingkan antara korban Covid yang timbul karena akibat dari acara Habib Rizieq dengan acara dari pilkada," ujarnya.
Sebagai anak bangsa, Anwar Abbas mengaku rindu akan negeri yang benar-benar mampu menegakkan keadilan. Dia menyebut, tak hanya ingin Indonesia menjadi negara yang maju, tapi rakyatnya juga harus hidup aman, tentram, dan damai.
"Kita tidak hanya ingin menjadi negeri yang maju. Tapi kita juga ingin rakyatnya hidup dengan aman, tentram, damai dan bahagia karena hukum dan keadilan benar-benar tegak dengan sebaik-baiknya," ungkapnya.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
