Redaksi
Redaksi

Sabtu, 12 Desember 2020 15:57

Ilustrasi
Ilustrasi

Zona Oranye, Sekolah di Makassar Belum Dibolehkan Tatap Muka

Zona oranye Covid-19 di Makassar. Disdik dan Satgas Covid-19 Makassar, menganggap masih rawan jika memberlakukan sekolah tatap muka.

MAKASSAR, BUKAMATA – Makassar masih berstatus zona oranye Covid-19. Risiko penularan masih tinggi. Karenanya, Pemkot Makassar tak ingin gegabah memberlakukan sekolah tatap muka.

Ketua Tim Ahli Epidemiologi Satgas Covid-19 Kota Makassar, Ansariadi, mengatakan, selama beberapa pekan terakhir, kasus positif mengalami peningkatan. Sehingga, ini kata dia, rawan apabila sekolah tatap buka diberlakukan.

Usia anak sekolah 5-19 tahun kata dia, jumlah kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan, dari pekan ke pekan. Pekan keempat November, pasien terkonfirmasi positif pada anak usia sekolah hanya 45 kasus. Namun, pada pekan pertama Desember mencapai 55 kasus.

"Ada peningkatan sebanyak 10 kasus selama sepekan. Jadi saran saya sebaiknya sekolah tatap muka dibuka kalau situasi sudah aman. Kalau sekarang jangan dulu,” ujarnya.

Peneliti Departemen Epidemiologi Unhas ini menambahkan, saat ini laju pandemi masih susah dikontrol. Namun kata dia, bukan berarti tim tidak bisa menekan kasus positif dalam dua pekan ini.

Senada dengan tim Satgas, Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Irwan Bangsawan juga mengatakan rencana pembukaan sekolah tatap muka masih rawan.

“Kita sudah survei dan itu masih rawan sekolah tatap muka. Jadi saya tegaskan sekolah tidak boleh tatap muka dalam kondisi saat ini,” tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Sekolah tatap muka