Ririn
Ririn

Jumat, 04 Desember 2020 18:14

Reuters
Reuters

Gegara Olimpiade Tokyo Ditunda, Panitia Jepang Rugi Rp39,8 Triliun

Penundaan Olimpiade di Tokyo karena virus corona akan menelan biaya tambahan sebesar 294 miliar yen (Rp39,8 triliun).

BUKAMATA - Panitia penyelenggara Olimpiade mengklaim bahwa penundaan Olimpiade di Tokyo hingga tahun depan karena pandemi virus corona akan menelan biaya tambahan sebesar 294 miliar yen (Rp39,8 triliun).

Untuk menutupi biaya tersebut, pemerintah Tokyo diharapkan akan mengalokasikan 120 miliar yen, panitia penyelenggara 103 miliar yen, dan pemerintah Jepang akan membayar 71 miliar yen.

CEO Tokyo 2020, Toshiro Muto mengatakan pada hari Jumat (04/11) bahwa dana yang mereka alokasikan berasal dari dana darurat dalam anggarannya, serta dari sponsor dan asuransi tambahan.

Anggaran resmi terakhir yang diumumkan pada Desember 2019 adalah berjumlah $12,6 miliar.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) sebelumnya telah mengatakan bahwa mereka akan secara terpisah memberikan kontribusi $650 juta untuk menutupi biaya penundaan.

Pada bulan Maret, Pemerintah Jepang dan IOC memutuskan untuk menunda Olimpiade hingga 2021. Ini adalah penundaan pertama Olimpiade selama masa damai sejak pertandingan modern pertama diadakan pada tahun 1896.

Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo kini dijadwalkan akan digelar mulai 23 Juli hingga 8 Agustus dan 24 Agustus hingga 5 September tahun depan.

Langkah-langkah khusus sedang dipertimbangkan untuk memungkinkan kompetisi tetap berjalan sambil mencegah penyebaran virus corona, seperti pengujian rutin untuk para atlet.

Perdana Menteri Yoshihide Suga pada hari Jumat menegaskan kembali komitmen Jepang untuk menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade musim panas mendatang.

"Olimpiade akan aman dan terjamin," katanya.

Menurut data terbaru, ada lebih dari 156.000 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi di Jepang. Sebanyak 2.274 orang telah meninggal akibat virus tersebut.

#Olimpiade Tokyo

Berita Populer