Redaksi : Kamis, 03 Desember 2020 11:50
Tiara semasa hidup (kiri). Suasana pemakaman almarhumah Tiara (kanan).

KOTAMOBAGU, BUKAMATA - Senin, 30 November 2020. Tiara Permadani Gamri (17), harusnya menikah dengan pujaan hatinya, Ilham. Minggu, 29 November 2020, Tiara terlihat sangat bahagia. Saat itu, dia pamit ke ayahnya, Gamri Maming. Hendak mengantarkan pakaian pengantin untuk calon suaminya, di Kotamobagu Selatan, Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Namun, tak lama, Gamri mendapat kabar. Putrinya, masuk rumah sakit di RSUD Kotamobagu. Katanya, sekarat. Gamri pun bergegas ke rumah sakit.

Dalam perjalanan, dia bertemu dengan Ilham, calon menantunya. Gamri sangat kaget mendengar penutuan Ilham. Katanya, Tiara dilarikan ke rumah sakit karena minum racun.

"Anak saya di mana?" tanya Gamri.

"Di rumah sakit umum Kotamobagu," jawab Ilham.

"Anak saya minum racun di mana?" tanya Gamri lagi.

"Saya tidak tahu," ujar Ilham sebagaimana ditirukan Gamri.

Gamri lantas bergegas mencari ruangan Tiara dirawat. Saat sampai, Gamri begitu terpukul. Putrinya ditinggal sendirian menghadapi sakaratul mautnya.

Tak lama. Gamri pun tak sempat mengorek keterangan dari putrinya. Malam itu, Tiara dinyatakan meninggal dunia.

Tiara lalu disemayamkan di rumah kedua orang tuanya, di Kelurahan Pobundayan, Kotamobagu Selatan. Namun, Gamri merasa janggal. Calon suami putrinya tak menampakkan batang hidungnya selama jenazah putrinya disemayamkan. Begitu pula pada saat pemakaman.

Usai memakamkan putrinya, Gamri lalu melapor ke Polres Kotamobagu, Senin (30/11/2020). Itu setelah merasa ada yang janggal dengan kematian putrinya.

Jenazah Tiara sudah divisum oleh Polres Kotamobagu. Hasilmnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Hasil visum awal korban minum racun. Jadi, dia bunuh diri," kata Kapolres Kotamobagu, AKBP Prasetya Sejati.

Mengenai motifnya, polisi kata AKBP Prasetya, masih melakukan penyelidikan.

Di rumah duka, makanan yang awalnya disiapkan untuk pesta yang bahagia, terpaksa disuguhkan ke tamu yang datang melayat.

Disclamer:

Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Pembaca yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.

BERITA TERKAIT