Ririn : Kamis, 19 November 2020 14:49
Keluarga Gulnaz Khatoon menuntut keadilan untuk putri mereka

BUKAMATA - Seorang wanita berusia 20 tahun di India dibakar hidup-hidup setelah menolak lamaran seorang pria.

Gulnaz Khatoon dibakar pada 30 Oktober di distrik Vaishali di Bihar. Dia sempat selamat dari cobaan itu, dengan menderita 75 persen luka bakar. Dia dirawat di Rumah Sakit Patna Medical College dan meninggal baru-baru ini.

Menurut anggota keluarganya, alasan terdakwa membunuhnya adalah karena ia menolak menikah dengan salah satu terdakwa, bernama Satish Rai.

Dalam pernyataan sekaratnya, Khatoon menyebut nama-nama pelaku, yaitu Satish dan ayahnya Vinay serta saudara sepupunya Chandan.

Dia mengatakan bahwa Satish telah membakarnya sementara Vinay dan Chandan membantu pria itu dalam melakukan kejahatan.

Pernyataannya direkam, dan video itu kemudian menjadi viral di media sosial India.

Hal senadana diungkapkan oleh ibu korban. Dia mengatakan bahwa Satish telah mengancamnya dengan hal yang mengerikan sehari sebelum kejahatan itu terjadi dan membakar putrinya sekitar pukul 17.30 pada 30 Oktober ketika dia pergi untuk membuang sampah di luar rumahnya.

Seperti dikutip dari Times of India , Inspektur Polisi Distrik Vaishali Dr. Gaurav Mangla mengatakan bahwa para tersangka sedang dalam pelarian dan tiga tim polisi telah dibentuk untuk menangkap mereka.

Dia mengatakan jika terdakwa tidak menyerah dalam tiga hari ke depan, polisi akan memulai proses penyitaan properti mereka.

Sementara itu, keluarga korban juga menolak untuk menguburkan jenazahnya, dan menuntut agar terdakwa ditangkap.

Insiden tersebut telah menimbulkan kemarahan yang meluas di media sosial, terutama di Twitter di mana pengguna menuntut keadilan bagi korban dengan tagar #JusticeforGulnaz yang masih menjadi trending.