BULUKUMBA, BULUKUMBA - Jumat malam, 13 November 2020. KM Ayska bertolak dari Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Tujuannya, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Rencananya, hendak membeli tali ikan di Kajang, Bulukumba.
Kapal dinakhodai Reski. Disertai tujuh Anak Buah Kapal (ABK). Masing-masing, Dede, Alif, Indong, Ilang, Ipan, Iwan dan Rahmat.
Empat hari dalam pelayaran, tiba-tiba kapal hilang kontak. Sejak Senin, 16 November 2020, kapal tak bisa dihubugi. Salah seorang keluarga korban, Maryam merasa cemas. Rabu kemarin, Maryammelaporkan ke tim SAR Bau-bau, BPBD Bulukumba, tim SAR Bantaeng dan tim SAR Makassar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba Akrim A Amir membenarkan adanya laporan kapal hilang. Mereka masih menunggu perkembangan. Pasalnya, hasil koordinasi kapal masih berada di wilayah Kendari.
Koordinator Basarnas Bantaeng Arman Amiruddin mengatakan, seorang nelayan juga menemukan KM Ayska. Dan kemarin sudah melapor. Hanya saja titik koordinatnya belum diketahui.
Nelayan tersebut lanjut Arman, menemukan KM Ayska sedang patah as. Namun karena kapal nelayan itu lebih kecil, sehingga tak bisa memberi bantuan. Nelayan tersebut lalu ke Bau-bau memberitahukan warga setempat.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Kesaksian Penumpang Selamat Karamnya Kapal Ladang Pertiwi, Berjuang Hidup Saat Hujan Deras di Laut
-
Kapal Nelayan Asal NTT Dikabarkan Hilang Kontak di Perairan Indonesia-Australia
-
Angkut TKI, Kapal di Malaysia Karam, 11 Meninggal, 27 Orang Dikabarkan Hilang
-
KMP Bontoharu Sempat Hilang Kontak, Pos TNI AL Siaga I di Pelabuhan Pamatata Selayar
-
Tak Ada di Atas KM Bontoharu, Wabup Bulukumba Ada di Sini