Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Sebuah kapal dari Bau-bau tujuan Bulukumba, hilang kontak. Saat ini kapal berisi 7 ABK dan satu nakhoda itu, masih dalam pencarian.
BULUKUMBA, BULUKUMBA - Jumat malam, 13 November 2020. KM Ayska bertolak dari Bau-bau, Sulawesi Tenggara. Tujuannya, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Rencananya, hendak membeli tali ikan di Kajang, Bulukumba.
Kapal dinakhodai Reski. Disertai tujuh Anak Buah Kapal (ABK). Masing-masing, Dede, Alif, Indong, Ilang, Ipan, Iwan dan Rahmat.
Empat hari dalam pelayaran, tiba-tiba kapal hilang kontak. Sejak Senin, 16 November 2020, kapal tak bisa dihubugi. Salah seorang keluarga korban, Maryam merasa cemas. Rabu kemarin, Maryammelaporkan ke tim SAR Bau-bau, BPBD Bulukumba, tim SAR Bantaeng dan tim SAR Makassar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba Akrim A Amir membenarkan adanya laporan kapal hilang. Mereka masih menunggu perkembangan. Pasalnya, hasil koordinasi kapal masih berada di wilayah Kendari.
Koordinator Basarnas Bantaeng Arman Amiruddin mengatakan, seorang nelayan juga menemukan KM Ayska. Dan kemarin sudah melapor. Hanya saja titik koordinatnya belum diketahui.
Nelayan tersebut lanjut Arman, menemukan KM Ayska sedang patah as. Namun karena kapal nelayan itu lebih kecil, sehingga tak bisa memberi bantuan. Nelayan tersebut lalu ke Bau-bau memberitahukan warga setempat.
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33