MAKASSAR, BUKAMATA - Beberapa serangan fisik belakangan ini, menimpa Kubu Danny-Fatma (ADAMA'). APK diturunkan, ambulans dirusak, dan posko dibakar.
Jubir ADAMA', Indira Mulyasari Paramastuti pun angkat bicara.
"Kesatria itu bertarung gagasan, bukan saling serang, saling tuding, dan saling fitnah. Jangan teror masyarakat dengan aksi kekerasan, karena pilkada adalah ajang memberi solutif bukan adu otot," imbau Indira, Kamis (12/11/2020).
Politisi Partai Nasdem tersebut, mengaku heran pada saat melesatnya survei elektoral ADAMA mengungguli tiga rival lainnya, bersamaan itu juga banyak gerakan yang tidak terpuji terjadi di lapangan yakni pengrusakan fasilitas ADAMA'.
"Ambulans dirusak, APK diturunkan paksa, posko pemenangan dibakar, mungkin ada kepanikan. Kalau panik sebaiknya Anda terapi, atau jangan-jangan ada yang takut berpilkada. Sekali lagi, jangalah kita mempertontonkan anarkisme," ujarnya.
Sementara Ketua OKK Partai Nasdem, Icshan Abduh menawarkan untuk bertarung gagasan, ide atau program. "Itu lebih baik, daripada kegaduhan itu sendiri. Mari kita ciptakan pesta demokrasi yang berwibawa, jujur adil dan kondusif," terangnya.
Icshan mengatakan, harapan dari paslon ADAMA tentunya pilkada berjalan aman dan damai.
Agar masyarakat dapat melihat calon pemimpinnya benar-benar layak memimpin Makassar dengan segala visi-misinya, yang memang berpihak untuk masyarakat 5 tahun ke depan.
"Bisa membangun Makassar lebih baik, bangkit dari ketertinggalan, membenahi Makassar dan keluar dari krisis pandemi dan ekonomi," kunci Icsan. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Pra Rakorsus Pemkot Makassar, Wali Kota Danny Minta Pejabat Pahami Visi Misi ADAMA
-
Komunitas Pendukung Danny-Fatma Berpencar Bantu Korban Banjir di Manggala
-
Rekapitulasi KPU: Danny-Fatma Menang Pilkada Makassar
-
Hasil Rekap Semua Kecamatan, ADAMA Unggul 41,48 Persen
-
Usai Menangkan ADAMA' di Biringkanaya, Ahmad Muzakkir Apresiasi Kader dan Relawan Gelora