"Sendiri Saja, Jangan Ajak Suamimu," Ujar Korban Penikaman di Gowa Saat Ajak COD Wanita Penjual Jam Tangan
Korban penikaman, MA (17) mengajak wanita AA (15) ketemuan tengan malam, untuk pembelian jam tangan. Namun saat bertemu, korban naik ke sadel motor di belakang AA, lalu memeluk wanita itu dari belakang. Di semak-semak, mata FI memerah menahan amarah.
GOWA, BUKAMATA - MA (17), meregang nyawa. Satu tikaman di perutnya, telah merenggut hidupnya, dini hari itu, Minggu, 8 November 2020.
Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Jufri Natsir mengungkapkan detik-detik penusukan MA. Itu berdasarkan penuturan pelaku utama, FI (16) yang diamankan bersama istrinya, AA (15), dan lima rekannya yang lain, Muh Mirwan (19), Ibnu Heru (18), Iqbal Tanjung (18), RA (16), dan SK (15).
Pada Minggu, 8 November 2020, korban MA mengirim pesan kepada wanita AA yang menjual jam tangan secara online. MA hendak membeli jam tangan dan meminta pembayarannya dengan sistem COD (Cash Delivery Order) atau bayar di tempat.
Pada pukul 00.30 Wita, masuk pesan MA di ponsel AA. Dia mengajak AA untuk melakukan pertemuan di Jalan Tangkia, Desa Panyangkalang, Bajeng, Gowa pada pukul 01.30 Wita.
"Sendiri saja jangan ajak suamimu. Jangan takut, saya tidak apa-apai kamu," begitu pesan MA ke AA.
Janjian tengah malam MA dan AA, membuat suami curiga. Apalagi dia membaca pesan MA ke istrinya, timbullah rasa cemburunya.
"Orang mana yang mau pesan jam tangan dan kenapa dia ajak kamu ketemuan di Jalan Tangkia tengah malam begini?," tanya FI penuh curiga.
Berikutnya, dialah yang kemudian mengambil alih percakapan via WA tersebut, dan bertindak seolah-olah dia adalah AA.
FI kemudian menyepakati istrinya AA bertemu korban Alimuddin. Namun, FI ikut memantau pertemuan itu dari persembunyian. Saat itu, timbullan niat FI untuk melakukan pembunuhan.
AA lalu datang ke lokasi. Di sana, AA menunggu seorang diri. Sementara FI dan rekan-rekannya bersembunyi di semak-semak, sembari mengawasi pertemuan AA dan korban MA.
Tidak lama kemudian, korban MA terlihat datang menghampiri AA, di Jalan Tangkia, inspeksi pengairan Dusun Kampung Beru, Desa Panyangkalang, Bajeng, Gowa.
"Mana jam tanganku?" tanya MA kepada AA.
AA kemudian memperlihatkan jam tangan yang ingin dibeli oleh korban. Namun, AA meminta uangnya terlebih dulu.
"Gampang itu uangnya," ujar MA.
Setelah itu, korban langsung duduk di sadel motor tepat di belakang AA. Kemudian korban MA langsung memeluk AA dari belakang. Saat itulah, FI menghambur keluar dari persembunyiannya. Dengan badik terhunus, dia langsung menikam korban dari depan sebanyak satu kali tusukan.
Korban MA sempat lari. Namun hanya beberapa meter, dia pun tersungkur. Tubuhnya terlentang. Darah terus mengucur dari perutnya, hingga kemudian kehilangan nyawa.
Melihat korbannya tergeletak, FI, A dan rekan-rekannya, langsung meninggalkan lokasi.
Jenazah MA ditemukan Minggu pagi, sekitar pukul 06.40 Wita. Petugas lalu dipanggil ke lokasi. Polsek Bajeng dipimpin Iptu Sunardi, lalu melakukan olah TKP bersama tim Inafis. Kemudian tak cukup 24 jam, Tim Anti Bandit Polres Gowa dibantu Resmob Polda Sulsel, berhasil membekuk 7 pelaku.
Mayat korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas, lalu dikirim ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk diautopsi.
Dari TKP, ditemukan barang bukti berupa 1 buah HP warna biru hitam, 1 unit sepeda motor matic, sepasang sandal jepit, sebilah badik yang terselip di pinggang korban, serta kunci sepeda motor.
Kapolres Gowa, AKBP Budi Susanto berpesan agar pihak keluarga korban menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian. Menurutnya, Polres Gowa akan bekerja secara profesional.
Hasil visum korban, tampak robek pada bagian perut sekitar 4,5 cm. Diduga, luka itulah yang membuat korban kemudian mengembuskan napas terakhirnya.
News Feed
Kenapa Malam Nisfu Syaban Dianggap Istimewa? Ini Penjelasannya
02 Februari 2026 09:43
GAPEMBI Sulsel Mantapkan Langkah, Siap Dilantik dan Kawal Program Makan Bergizi Gratis
02 Februari 2026 09:34
Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Berita Populer
02 Februari 2026 09:34
Wali Kota Makassar Pererat Kebersamaan Alumni se-Kota Makassar di Bazar Road To Reuni Angkatan 93
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:43
