MEDAN - Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta mengunjungi pondok Pesantren Tahfidz Nurul Azmi, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (29/10/2020). Itu tepat di hari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Anis Matta datang didampingi Sekjen Partai Gelora Mahfudz Siddiq, Ketua DPW Partai Gelora Sumut Heriansyah, Ketua DPD Gelora Medan Muhammad Nasir dan sejumlah pengurus DPN, DWP, dan DPD Partai Gelora Medan.
Saat tiba di pondok pesantren, Anis Matta dan rombongan disambut meriah ratusan anak santri dan sejumlah tokoh. Sekilas, orang nomor satu di Partai Gelora ini mengenang kembali masa-masa saat tinggal di pondok pesantren dulu.
Baca Juga :
"Saya bahagia sekali bisa berkunjung kesini, karena setiap kali saya datang ke pondok pesantren, saya selalu ingat waktu masih mondok saat kecil. Saya juga mondok 6 tahun di pesantren," kata Anis di hadapan para santri dan pimpinan pondok pesantren, Kamis (30/10/2020).
Anis Matta kemudian memberikan motivasi kepada para santri. Menurutnya, salah satu kelebihan pondok pesantren itu tidak didapatkan di semua lembaga pendidikan lainnya.
"Disni kita belajar hidup yang sesungguhnya. Hidup disini berat, hidup disini susah, tapi mereka yang bertahan hidup disini, InsyaAllah akan bisa bertumbuh dan jauh lebih maju di masa yang akan datang," tegas Anis Matta.
"Anak-anak sekalian, belajarlah dari nabi-nabi kita. Apalagi hari ini Maulid Nabi Muhammad SAW. Beliau mengumpulkan begitu banyak ilmu, mulai dari belajar politik, bekerja, perang, dagang hingga mengembala kambing," sambungnya.
Dengan mempelajari semua ilmu-ilmu dari Nabi Muhammad SAW, lanjut Anis, orang tidak berpikir lagi mereka yang tidak di pondok hanya bisa mengaji Alquran, tapi punya kemampuan yang banyak.
"Mumpung masih muda, ingatan masih kuat, pelajari semua ilmu agar InsyaAllah semua anak-anakku tumbuh menjadi ulama yang fisiknya kuat, bisa dagang juga, bisa menjadi pemimpin politik dan mungkin ada juga dari kalian semua yang sudah selesai mondok masuk tentara atau polisi," ujar Anis.
"Ada yang jadi polisi bintang tiga hafiz, tentara tapi hafiz dan ada juga presiden dan hafiz. Anak muda itu serba bisa, hidup susah saja bisa. Kalau kita sudah terbiasa hidup susah yang lain jadi gampang. Kalau kita sudah bisa menahan penderitaan yang panjang hidup yang tadi bisa mudah," pungkasnya.