PAREPARE, BUKAMATA - Bunga bangkai (Amorphephallus titanum) ditemukan dalam keadaan rusak di area perkuburan Lauleng, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Kamis, 29 Oktober 2020.
Sebelumnya, bunga bangkai yang berwarna perpaduan warna cokelat dan merah gelap itu, sempat menghebohkan warga setempat. Namun saat ini, bunga tersebut telah hancur akibat ulah orang tak dikenal.
Penemuan bunga bangkai tersebut awalnya ditemukan secara utuh oleh warga yang hendak mencari burung. Namun curiga dengan kemunculan bau tak sedap di area tersebut.
"Kemarin ditemukan sama warga yang mencari burung, tapi ada bau tidak sedap nabilang jadi dia penasaran dan dapatmi ini bunga," ungkap Alfian, salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
Alfian juga menambahkan, bunga yang ditemukan oleh warga pada Rabu kemarin, sudah mau dipagari oleh warga, namun Alfian pun kaget saat melihat bunga tersebut sudah hancur.
"Sebenarnya maumi dipagar sama warga, tapi ternyata sudah di hancurkan sama orang tidak ditau siapa orangnya. Padahal tadi pagi masih bagus, mungkin ditebang," tambah Alfian.
Bunga bangkai merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari Sumatra, Indonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia. Meskipun catatan menyebutkan, kerabatnya, A. gigas (juga endemik dari Sumatra) dapat menghasilkan bunga setinggi 5 meter. Disebut bunga bangkai dikarenakan bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai yang membusuk.
BERITA TERKAIT
-
NasDem Sulsel Usung Tasming Hamid di Pilkada Parepare
-
Berhasil Kendalikan Inflasi di Kota Parepare, Pj Gubernur Bahtiar Puji Inovasi KOPI
-
HUT ke-4 Partai Gelora di Parepare, Asy'ari Abdullah: Mari Jemput Kemenangan
-
Didampingi NA, Taufan Pawe Pamit di Hadapan Suporter PSM Makassar
-
Ketua IIPG Sulsel Berikan Prinsip Tips Memilih Pemimpin Dalam Konsep Keislaman