BUKAMATA - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, membuka Rapat Koordinasi Daerah terkait Penyusunan Peta Peluang Investasi Proyek Prioritas Strategis di Sektor Pariwisata dan Pengembangan Kawasan Industri Takalar, di The Rinra Hotel, Senin (26/10/2020).
Dalam arahannya, Abdul Hayat menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19, Sulsel terus berbenah ke arah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya di bidang investasi dan ekspor.
“Alhamdulillah Sulsel tengah membenahi diri utamanya pada peningkatan ekspor dan investasi agar menjadi lebih cepat, mudah dan ramah,” kata Abdul Hayat.
Ia menyebutkan, di bidang ekspor saat ini Sulsel telah berada di angka 12,5 persen yang berada di atas rata-rata nasional yakni 6 persen.
“Ini yang kita harus pastikan bahwa di era pandemi kita tetap melakukan instrument penting, melakukan pembenahan di bidang kesehatan dan ekonomi, kaitan dengan PEN investasi harus kuat, tidak ada jalan lain,” ujarnya.
Terkait dengan Kawasan Industri Takalar (KIT) sebagai salah satu proyek strategis nasional, Abdul Hayat menekankan pentingnya mendukung kelancaran proyek strategis ini sebagai upaya untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di Sulsel.
“Ciptakan lapangan kerja. Kalau angka kerja tinggi, maka pendapatan naik, beban negara berkurang. Untuk itu, kita sangat mendukung kegiatan ini,” kata Abdul Hayat.
Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Infrastruktur Energi dan Sumber Daya Air Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Ri, Friska Aprilianti, menyebutkan, rapat yang digelar besama Pemprov Sulsel, Kawasan Berikat Nasional (KBN) dan Sucofindo ini akan menindaklanjuti ketersediaan data akurat yang diperlukan bagi investor, khususnya di KIT.
“Kami melakukan penyusunan peta peluang investasi dengan gambaran yang komprehensif dan detail yang dibutuhkan oleh investor dan meneruskan pada kementerian terkait,” jelas Friska.
Ia menyebutkan, saat ini dari 23 proyek strategis nasional yang ada di 16 propinsi, KIT merupakan salah satu yang diharapkan menjadi peluang investasi yang mampu memberi kemandirian ekonomi dalam jangka panjang.
“Diharapkan kita akan membahas potensi investasi prioritas di Sulsel, khusus terkait pengembangan Kawasan Industri Takalar, arah kebijakan dan arah pengembangan,” tutupnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
1.157 Peserta dari 38 Provinsi dan 79 Kementerian-Lembaga Ikuti Defile MTQ KORPRI di Makassar
-
Kolaborasi UPT Perpustakaan Sulsel dan Pegadaian, Edukasi Literasi dan Tabungan Emas Lewat Lomba Mewarnai HUT RI ke-81
-
Malam Ta'aruf MTQ VIII KORPRI Nasional, 1.173 Peserta dari 117 Kontingen Berkumpul di Sulsel
-
Sulsel Jadi Tuan Rumah MTQ VIII KORPRI Nasional, Jufri Rahman Lepas Kafilah Daerah
-
Pemprov Sulsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Maros