BUKAMATA - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof HM Nurdin Abdullah mengaku, saat memasuki Desa Kertoraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Luwu Timur, ia merasa seperti berada di Provinsi Bali.
Pasalnya, semua rumah dan lorong di desa ini dipenuhi dengan ornamen khas dari Bali. Seperti gerbang rumah bak gerbang pura, rumah ibadah bagi yang beragama Hindu.
“Hari ini betul-betul tidak merasa bukan di Sulawesi Selatan, tapi serasa di Bali. Sulawesi Selatan ini merupakan daerah yang memiliki toleransi umat beragama yang sangat luar biasa,” kata Nurdin, Kamis (22/10/2020).
Sementara itu, Kasubdit Penanganan Korban Bencana Alam Kemensos RI, Iyan Kusmadiana, mengatakan, saat masuk di kawasan Desa Kertoraharjo langsung mengabadikan gambar dan langsung mengirimkan ke atasannya.
“Kami pertama masuk di sini tadi, saya sempat foto, kirim ke para pimpinan dan kami rasa, ini seperti masuk di Bali. Ini Luwu Timur atau Bali,” bebernya.
BERITA TERKAIT
-
BIMPNT-EAGA Sport Council Meeting 2025 Dimulai di Makassar, Momentum Perkuat Diplomasi dan Friendship Games
-
Sulsel Raih Penghargaan Terbaik 1 Swasti Saba KKS 2025, Gubernur Andi Sudirman: Ini Prestasi Bersama
-
Pelayanan Kesehatan Bergerak Pemprov Sulsel Jangkau Tujuh Lokus Kepulauan, 3.979 Pasien Terlayani
-
Terkait Pembayaran PBB Asrama Sulsel di Bandung, Pemprov: Anggaran Sudah Ada, Sisa Dibayarkan
-
Dewan Tuding GMTD Lakukan Manipulasi, Pemprov Sulsel Hanya Kebagian Dividen Rp6 Miliar Plus Saham yang Terus Tergerus