BARRU, BUKAMATA — Jika tidak ada aral melintang, tahun depan, 2021, megaproyek pembangunan rel kereta api trans Sulawesi jalur dari Pabrik Semen Tonasa, Pangkep ke Pelabuhan Garongkong Kabupaten Barru, sudah bisa digunakan.
Itu diungkap anggota Komisi V DPR-RI, Muhammad Aras, Kamis (22/10/2020). Menurut Aras, ditargetkan Agustus 2021. Tahun ini kata dia, sudah berjalan dari Maros ke Parepare. "Kita harapkan doa dari kita semua, agar tidak ada aral melintang,” bebernya.
Anggota Fraksi PPP tersebut menjelaskan, hingga hari ini pembebasan lahan yang dituding menjadi kendala utama, sudah menunjukkan progres menggembirakan.
“Hari ini pembebasan lahan di Pangkep sudah 70 persen, dengan pengerjaan landasan rel 30 persen. Untuk Kabupaten Maros, pembebasan lahan mencapai lebih dari 30 persen dengan pengerjaan landasan rel sebesar 20 persen,” ungkapnya.
Dari sisi anggaran, Aras secara personal mengaku memberikan support khusus sebagai anggota Banggar DPR-RI.
“Secara personal kami memberikan support khusus. Kebetulan di banggar tahun kemarin, Rp2 triliun untuk pembebasan lahan di Pangkep. Yang terpakai Rp600 miliar. Tahun ini, kembali kita anggarkan Rp2 triliun untuk pembebasan lahan Maros dan Pangkep. Kita harap agar bisa dimaksimalkan sesuai dengan kontrak pihak ketiga,” tutupnya.
Penulis: Hana
BERITA TERKAIT
-
Dua Pekerja Tewas Tertimpa Crane Flyover Muara Enim, Salah Satunya Warga Makassar
-
PT KAI Luncurkan 'Kereta Makan' Bernuansa Suite Class pada KA Bima dan Argo Semeru
-
Kecelakaan Maut, Kereta Terbalik Tewaskan Puluhan Orang dan Luka-luka
-
Nahas, Kecelakaan Kereta Api di India Menelan Korban Ratusan Jiwa
-
Diduga Bunuh Diri, Kasat Narkoba Polres Jaktim AKBP Buddy Towoliu Tewas Tertabrak Kereta Api