Redaksi : Selasa, 20 Oktober 2020 10:39
Danny Pomanto dalam sebuah kampanye dialogis di Ballaparang, Selasa (20/10/2020).

MAKASSAR, BUKAMATA - Selasa, 20 Oktober 2020. Di lorong Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Makassar, Hasna menyeka air matanya. Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu mencurahkan gundahnya kepada sosok pemimpin di depannya. Tentang nasib dia dan rekan-rekannya.

"Pak..terima kasih karena bapak maju kembali di Pilkada 2020 ini. Jujur Pak, nasib kami para guru PAUD lorong sudah tidak jelas lagi. Dengan majunya bapak di Pilwali ini, kami tidak henti-hentinya berdoa dan bekerja untuk memenangkan Danny-Fatma di 9 Desember 2020 mendatang," ucap Hasnah dengan suara terbata-bata.

Di depannya, Moh Ramdhan Pomanto mendengarkan dengan cermat. Sesekali pria yang akrab disapa Danny itu memperbaiki letak kacamatanya.

Hasnah mengatakan, selama bukan lagi Danny Pomanto yang menjabat sebagai Wali Kota Makassar, nasib guru PAUD Lorong tidak lagi mendapat perhatian.

"Maaf Pak DP. Saya sedih. Bahkan saat ini, saya harus lampiaskan kesedihan ini. Terlalu banyak ujian yang bapak (DP) harus lalui. Bapak difitnah, bapak ingin digagalkan untuk bertarung di 9 Desember 2020. Kami khawatir dan tidak ingin lagi bapak menjadi korban dari kelompok-kelompok yang haus kekuasaan, yang kami juga tidak tahu seperti apa mereka nantinya jika orang tersebut menjadi pemimpin," lanjut Hasnah.

Dia menambahkan, dia dan rekan-rekannya percaya DP, sosok pemimpin yang betul-betul dekat dan mengerti kondisi masyarakat. Apalagi, memilih Fatmawati Rusdi sebagai wakil. "Kami semakin yakin, bahwa pak DP adalah orang selalu bijak dalam setiap langkah-langkahnya," tutup Hasnah.