Ulfa : Sabtu, 03 Oktober 2020 15:49
IST.

BUKAMATA - Kaburnya narapidana asal China, Cai Changpan alias Cai Ji Fan (53), berbuntut pada penonaktifkan lima Lima pegawai Lapas kelas 1 Tangerang.

Dari lima pegawai tersebut, salah satu yang dinonaktifkan adalah Kepala Pengamanan Lapas kelas 1 Tangerang.

Selain Kepala Pengamanan Lapas, mereka yang di nonaktifkan ialah dua komandan jaga dan dua petugas jaga. Kelima petugas itu dinonaktifkan bukan karena terbukti bersalah melainkan dalam masa pemeriksaan.

"Itu untuk kepentingan pemeriksaan, bukan berarti yang bersangkutan itu terlibat. Itu kan masih dalam proses pemeriksaan," kata Kabag Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), Rika Aprianti, Sabtu (3/10/2020).

"Di situ inisial SS sedangkan kepala pengamanan Lapas Tangerang itu bukan S insialnya tapi MK. Yang disampaikan polisi inisial S dan S silakan ditanyakan langsung ke polisinya itu saya tidak tahu terkait atau tidak," sambungnya.

Sebelumnya, polisi masih menyelidiki dugaan keterlibatan pihak lain di balik pelarian Cai Ji Fan dari Lapas Klas 1 Tangerang. Sebab, ditemukan adanya sejumlah kejanggalan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus sebelumnya mengemukakan jika pelarian napi tersebut baru diketahui petugas lapas setelah 11 jam.

Belakang diketahui, bahwa ternyata salah satu petugas menara pengawas lapas yang berjaga ketika itu sempat tertidur.

"Kami juga masih mendalami semua karena petugas yang berjaga di menara pada saat itu ketiduran," kata Yusri.

Selain petugas menara pengawas lapas, Yusri juga menyebut bahwa petugas pemantau kamera pengintai atau CCTV juga tertidur saat Cai Ji Fan melarikan diri.

"Dan juga petugas yang jaga CCTV juga di center di lapas pada saat kita melakukan pemeriksaan juga ketiduran mengakunya. Ini yang masih kita dalami semua. Apa kemungkinan akan adanya keterkaitan adanya orang-orang yang membantu dia melarikan diri," ujarnya.