TAKALAR, BUKAMATA - DPRD Takalar sebentar lagi akan menggelar Paripurna Hak Interpelasi.
Paripurna yang diduga penuh rekayasa itu, akan diadakan hari ini, Jumat, 2 Oktober 2020, di Gedung DPRD Takalar.
Rencana Hak Interpelasi ini, tidak hanya menyita perhatian warga, tapi juga memicu pergerakan massa. Massa penolak interpelasi, telah melaporkan akan mengerahkan 5.000 massa dan akan mengepung gedung DPRD Takalar.
Dalam rangka menjaga kestabilan daerah, Bupati Takalar, H Syamsari, meminta camat di 10 kecamatan, untuk bisa membantu aparat TNI dan Polri mengendalikan massa.
"Massa tidak perlu ke DPRD. Saya ajak warga untuk menyalurkan aspirasi dengan baik. Apalagi di masa Covid-19 ini, kita harus tegakkan protokol Covid," tegas Bupati Takalar, H Syamsari.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Daeng Manye Tegas ke ASN Takalar: Jangan Hanya Absen, Disiplin Jadi Kunci Pelayanan Publik
-
Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Takalar Perkuat Komitmen Wujudkan Kabupaten Ramah Anak
-
Panen Raya Tebu Bersama Presiden, Gubernur Sulsel Apresiasi Peran TNI Wujudkan Swasembada Pangan
-
Bupati Daeng Manye Resmikan MPLS Sekolah Rakyat, Pendidikan Disebut Investasi Putus Rantai Kemiskinan
-
Genjot Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi, Pemkab Takalar Satukan Komitmen Percepat Pengembangan Tujuh Destinasi Unggulan