TAKALAR, BUKAMATA - Keputusan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Takalar menolak membahas perubahan APBD, menuai kecaman banyak pihak. Salah satunya dari aktivis yang juga mantan Ketua DPD NasDem Takalar, Nasrullah Sijaya.
“Pimpinan dan anggota dewan yang menolak membahas Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Takalar, sejatinya telah mengingkari sumpah jabatan yang telah diucapkannya. Mereka telah bertindak di luar dari kepentingan masyarakat Takalar,” tegasnya.
Lebih lanjut Nasrullah mengatakan, sumpah/janji jabatan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Takalar yang telah diucapkan, bukan hanya seremonial atau bersifat protokoler semata.
Sumpah yang terucap kata Nasrullah, harus juga merasuk menjadi komitmen dan etosmen yang wajib diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas.
“Hendaknya pimpinan dewan selalu mengingat kembali makna terdalam dari sumpah jabatan yang sudah terucap. Sehingga, tidak gampang terjerumus pada kepentingan personal," tegasnya.
"Perubahan APBD ini menyangkut hajat hidup orang banyak, tidak boleh dijadikan instrumen politik. Apalagi kalau hanya untuk kepentingan kelompok,” tambah Nasrullah.
Menurutnya, di saat-saat tertentu, rakyat berhak menuntut pertanggungjawaban DPRD sebagai pemegang amanah rakyat.
"Jadi yang tidak amanah saya kira pantas untuk kita usulkan di PAW saja,” pungkas Nasrullah.
BERITA TERKAIT
-
Daeng Manye Tegas ke ASN Takalar: Jangan Hanya Absen, Disiplin Jadi Kunci Pelayanan Publik
-
Hari Anak Nasional 2026, Pemkab Takalar Perkuat Komitmen Wujudkan Kabupaten Ramah Anak
-
Panen Raya Tebu Bersama Presiden, Gubernur Sulsel Apresiasi Peran TNI Wujudkan Swasembada Pangan
-
Bupati Daeng Manye Resmikan MPLS Sekolah Rakyat, Pendidikan Disebut Investasi Putus Rantai Kemiskinan
-
Genjot Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi, Pemkab Takalar Satukan Komitmen Percepat Pengembangan Tujuh Destinasi Unggulan