TAKALAR, BUKAMATA - Keputusan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Takalar menolak membahas perubahan APBD, menuai kecaman banyak pihak. Salah satunya dari aktivis yang juga mantan Ketua DPD NasDem Takalar, Nasrullah Sijaya.
“Pimpinan dan anggota dewan yang menolak membahas Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Takalar, sejatinya telah mengingkari sumpah jabatan yang telah diucapkannya. Mereka telah bertindak di luar dari kepentingan masyarakat Takalar,” tegasnya.
Lebih lanjut Nasrullah mengatakan, sumpah/janji jabatan pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Takalar yang telah diucapkan, bukan hanya seremonial atau bersifat protokoler semata.
Sumpah yang terucap kata Nasrullah, harus juga merasuk menjadi komitmen dan etosmen yang wajib diaplikasikan dalam pelaksanaan tugas.
“Hendaknya pimpinan dewan selalu mengingat kembali makna terdalam dari sumpah jabatan yang sudah terucap. Sehingga, tidak gampang terjerumus pada kepentingan personal," tegasnya.
"Perubahan APBD ini menyangkut hajat hidup orang banyak, tidak boleh dijadikan instrumen politik. Apalagi kalau hanya untuk kepentingan kelompok,” tambah Nasrullah.
Menurutnya, di saat-saat tertentu, rakyat berhak menuntut pertanggungjawaban DPRD sebagai pemegang amanah rakyat.
"Jadi yang tidak amanah saya kira pantas untuk kita usulkan di PAW saja,” pungkas Nasrullah.
BERITA TERKAIT
-
Dikunjungi Mei 2025 Lalu, Gubernur Andi Sudirman Kini Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Takalar
-
Firdaus Daeng Manye Buka Kemah Bakti Pramuka Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Takalar Tahun 2025
-
Berhasil Turunkan Stunting Hingga 11,4 Persen, Pemkab Takalar Terima Penghargaan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
-
Annangkasi Kampong Menggema di Pattallassang Takalar, Kolaborasi Warga–Pemerintah Hadirkan Perubahan Nyata
-
Pemkab Takalar Membuka Seleksi Lelang Empat Jabatan JPTP Atau Eselon IIB