Redaksi : Kamis, 01 Oktober 2020 11:57
Moh Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi

MAKASSAR, BUKAMATA - Angka 1 begitu penting bagi pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi. Pasangan nomor urut 1 berjargon ADAMA' ini, menjadikan 1 Oktober 2020 hari ini, sebagai momentum memulai kampanye dengan turun menjemput dan mendengar aspirasi warga Makassar.

Danny Pomanto mengatakan, ia mengawali kampanye pada 1 Oktober 2020. Angka 1 bagi Pasangan Danny-Fatma, sangatlah erat korelasinya dengan semangat yang terbangun selama ini.

“Hanya ada 1 kandidat yang memiliki pasangan yang mewakili kaum perempuan, hanya ada 1 pilihan dari 4 kandidat dan tentunya hanya 1 pemenang di Pilkada Makassar ini. Itulah kemudian hari ini tanggal 1 Oktober, kami mulai untuk menuju satu untuk kepentingan masyarakat Makassar,“ ungkap DP sapaan akrabnya.

Soal waktu kampanye yang telah ditentukan KPU Makassar sejak 26 September 2020, menurut DP, ia tak pernah merasa terlambat memanfaatkan momentum tersebut. Pasalnya kata DP, sejak ditetapkannya jadwal Kampanye oleh KPU, Danny-Fatma terlebih dahulu melakukan konsolidasi dengan para relawan dan tokoh masyarakat, dalam menyusun agenda kampanye.

“Kami tidak pernah kehilangan momentum kampanye. Kami punya strategi tersendiri. Jadi sejak 26 September kemarin, itu kami kumpulkan para relawan termasuk para tokoh masyarakat dalam penyusunan teknis kampanyenya, bukan hanya jadwal, tapi kami juga menyusun agenda-agenda penting. Khususnya peraturan-peraturan kampanye yang wajib kita taati. Seperti penerapan protokol kesehatan, jumlah orang yang diperbolehkan dan tentunya imbauan kepada tim untuk setiap kampanye nantinya agar tidak melibatkan anak yang bukan wajib pilih,“ terang DP.

“Jadi kita susun rapi, kemudian kita bergerak seperti hari ini tanggal 1 Oktober,“ sambungnya.

Selain itu, target kampanye Danny-Fatma bukan hanya fokus kepada mengajak masyarakat untuk memilih Danny-Fatma. Tetapi juga turun ke lorong-lorong untuk menjemput dan mendengar aspirasi warga.

“Banyak keluhan warga yang kita tampung hari ini, seperti dikeluhkannya soal pelayanan dari pemerintah kota, lambatnya insentif RTRW dan beberapa kelompok yang punya hak dalam anggara belanja Pemkot Makassar. Kemudian dikeluhkannya pengahapusan penasehat wali kota dan banyak lagi keluhan-keluhan warga,“ kata DP.

Karena inilah kemudian kata Danny, dia dan pasangannya, Fatma Rusdi, akan akan menjawab keluhan-keluhan warga tersebut, dengan program-program yang pro rakyat.

"Kami tidak menawarkan janji. Kalau yang lainnya memberikan janji, tapi Danny-Fatma menawarkan Program dengan pelibatan masyarakat. Saat ini bukan janji yang diperlukan masyarakat, sebab satu bukti itu lebih baik daripada seribu janji,“ kunci DP.