TAKALAR, BUKAMATA - Mantan Wabup Takalar 1997-2002, Said Pamusu menyarankan kepada Bupati Takalar, Syamsari Kitta, untuk tidak menghadiri Paripurna DPRD yang mengagendakan penyampaian Hak Interpelasi. Hal ini disebabkan karena, isi hak interpelasi tidak ada yang memenuhi syarat.
Hak Interpelasi itu adalah hak bertanya kepada pemerintah, mengenai kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
"Sekarang ini tidak ada yang memenuhi syarat untuk interpelasi. APBD 2020 yang tak berjalan dengan baik karena ada pemotongan berdasarkan PMK 35. Demikian juga pilkades tidak diadakan karena adanya permintaan Menteri Dalam Negeri," tegas Said Pamusu.
Jadi kata dia, untuk apa Bupati Takalar menghadiri langsung rapat paripurna yang tak punya dasar. "Cukup kirim pejabat lain," tandas Said Pamusu.
BERITA TERKAIT
-
Gebrakan Bupati Daeng Manye: Ubah Balla Ewako Jadi Pusat Layanan Kilat Terpadu
-
Bupati dan Wakil Bupati Takalar Salat Idul Adha Bersama Masyarakat di Lapangan HM. Daeng Sibali
-
Menuju Takalar Digital: Bupati Daeng Manye Lobi Komdigi Berantas ‘Blank Spot’ & Matangkan Layanan 112
-
Sambut Iduladha, Takalar Gelar Pelatihan Qurban Syar’i dan Sehat untuk Tingkatkan Pemahaman Masyarakat
-
Wujud Empati, Daeng Manye Hadiri Langsung Rumah Duka Mertua Sekda Takalar