MAROS, BUKAMATA - Titik demi titik dikunjungi calon bupati dan wakil bupati Maros, Andi Tajerimin-Havid S Pasha. Rabu, 30 September 2020, pasangan Tahfidz itu hadir di Bajimangai, Kecamatan Marusu, Maros. Selain warga Marusu, hadir juga warga Kecamatan Mandai.
Dua legislator kabupaten dari wilayah ini, masing-masing Rosdiana Said
(Gerindra) dan Mansyur Janong (Golkar) mendampingi. Mereka dikenal memiliki basis massa yang kuat di dua kecamatan tersebut.
Rosdiana menilai, hanya Tahfidz yang layak dipilih pada pilkada kali ini. Sebab, visi misinya jelas untuk kesejahteraan warga. Itu pun terlihat pada jargon yang diusung "Maros untuk Semua".
"Karena Maros bukan milik kelompok tertentu saja," ujarnya.
Mansyur menimpali, Tahfidz punya program pembukaan 10 ribu lapangan kerja. Solusi cepat untuk banyak orang yang terkena pemutusan kerja di sekitaran Marusu dan Mandai karena wabah Covid-19.
"Ini bisa jadi pengobat hati bagi warga yang terkena dampak covid ini," tutur Ketua Fraksi Golkar di DPRD Maros itu.
Dari tiga paslon, imbuh Mansyur, hanya Tahfidz ini yang murni menggunakan uang sendiri. Tanpa sponsor, tanpa cukong. Sehingga, nantinya tak ada beban.
"Makanya Tahfidz berani usung program berbasis masyarakat semua," tuturnya.
Tajerimin pun menegaskan, lebih baik kehilangan harta daripada malu. "Saya saat ini di Maros untuk membangun Maros lebih baik. Kami sudah memapankan pijakan kami sebelum maju sebagai calon bupati dan wakil bupati. Tulus kerja kami untuk membuat Maros lebih baik," ucap tokoh pengusaha itu.
Itulah yang menurut Tajerimin menjadi alasan jargon "Maros untuk Semua" dan juga "Semua untuk Maros". (*)
BERITA TERKAIT
-
Kasus Penganiayaan yang Dipicu Beda Pilihan Saat Pilkada Berujung Restorative Justice
-
Polres Maros Turunkan 300 Personel Amankan Tahapan Kampanye Pilkada
-
KPU Maros Tetap Gelar Debat Kandidat Meski hanya 1 Paslon
-
Isyaratkan Tak Kampanyekan Chaidir-Muetazim, Suhartina Bohari: Saya Pjs Bupati Maros
-
KPU RI Gelar Simulasi Pemungutan Pilkada Paslon Tunggal di Maros