JENEPONTO, BUKAMATA -- Ratusan kios di pusat perbelanjaan pasar tradisional Turatea Karisa, Jeneponto, Sulawesi Selatan, ludes terbakar.
Informasi dihimpun, pasar tersebut sudah dua kali mengalami kebakaran. Pertama sekitar tahun 2009 silam dan kebakaran kedua tadi malam. Ada satu orang memiliki kios hingga 16 petak, hangus terbakar.
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Jeneponto menyebutkan, sumber api berasal dari salah satu kios tengah pasar yang pada akhirnya menjalar ke seluruh kios yang berada di dalam gedung pasar induk Karisa.
"Kondisi saat ini, semua isi dagangan ludes terbakar. Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan, tapi dugaan awal kemungkinan akibat sambungan arus pendek listrik atau korsleting listrik," ujarnya, Jumat (25/9/2020).
Dia bilang, setelah 15 menit pasar induk Karisa terbakar, pihak pemadam kebakaran sudah tiba di lokasi untuk menjinakkan api. Bahkan ada bantuan damkar dari Kabupaten Bantaeng, Takalar dan Gowa serta mobil tangki dinas lainnya.
"Tadi malam sejak pukul 22.15 sudah dikerahkan seluruh armada damkar dibantu oleh unit mobil tangki BPBD, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup. Dan mobil pemadam dari Kabupaten tetangga tiba dari Bantaeng, Takalar, dan Gowa. Api berhasil di jinakkan pada pukul 03.15 jelang subuh," sebutnya
Akibat kebakaran tersebut, kata Mustaufiq kerugian ditaksir puluhan milyar. Pasalnya, seluruh kios di dalam pasar induk terbakar di mana terdapat penjual elektronik, pakaian, emas, barang campuran, dan handphone.
Pada proses pemadaman di lokasi hadir Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir, Kapolres Jeneponto AKBP Yudha Kesit Dwijayanto, Dandim 1425 Jeneponto Letkol Inf Gustiawan Ferdianto, Plt Kadis Sosial, Kasatpol PP Nasuhang , Kabag Humas dan Protokol, Kabag Umum, dan Kabag Pembangunan.
"Kita semua hadir turut memantau dan membantu aparat Damkar memberi pemahaman kepada masyarakat untuk tidak terlalu mendekat ke pusat titik api," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar sampai pukul 02.00 Wita dini hari juga terus memantau secara virtual melalui handphone Kabag Humas dan Protokol Mustaufiq.
Bupati Iksan Iskandar memantau dari kejauhan, karena masih dalam fase isolasi mandiri. Dia sempat meneteskan air mata karena sedih melihat situasi pasar.
"Sebelum terjadi kebakaran, pak bupati masih sempat ke pasar melakukan pemantuan kebersihan pasar dan bagi-bagi masker ditengah pandemi covid-19. Ia sempat meneteskan air mata," paparnya.
"Pasar Induk Karisa Bontosunggu yang merupakan lumbung dan simbol pergerakan ekonomi makro Jeneponto dilumat si jago merah," tambahnya.
Kasubbag Humas Polres Jeneponto, AKP Syahrul mengatakan, sesuai dengan keterangan anggota asosiasi pedagang pasar sentral Karisa Na'ga yang sempat datang di awal kejadian menyampaikan, bahwa api bersumber dari dalam pasar.
"Dengan seketika menjalar dan membakar seluruh dagangan para pedagang mulai dari tengah sampai kepinggir bangunan pasar yang menyebabkan seluruh lapak dan kios pedagang mengalami kebarakan," terangnya.
Ia menjelaskan, api semakin membesar akses pintu masuk pasar semua terkunci sehingga para pedagang pasar sentral Karisa, kesulitan untuk menyelamatkan barang-barangnya. Beberapa pedagang nekat untuk melakukan pengrusakan kaca jendela dengan cara menggunakan kayu balok dan batu.
Selanjutnya pedagang masuk melalui jendela yang telah dirusaki, untuk menyelamatkan barang yang belum sempat terbakar. Adapun petugas penjaga pasar sentral Karisa yang berjaga pada malam itu, Mansur, Kila, Nanggung dan Tompo.
"Sampai saat ini masih terdapat beberapa kobaran api yang masih menyala disekitaran kios, lapak pedagang pakaian maupun pecah belah, yang mana saat ini masih berusaha dilakukan pemadaman oleh Pemadam Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Takalar dan Gowa," tuturnya.
Ia menambahkan, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan masih dalam penyelidikan Polres Jeneponto. Akibatnya kerugian dapat diperkirakan sekitar miliaran rupiah.
"Akibat dari kejadian kebakaran pasar sentral karisa tersebut untuk sementara kerugian materil belum bisa ditaksir, beserta jumlah pemilik kios, lapak. Kalau taksiran sementara hingga miliaran rupiah," tutup Syahrul.
BERITA TERKAIT
-
Satu Unit Rumah Terbakar di Selayar Diduga Akibat Korsleting Listrik
-
Puspawati Husler Kunjungi Korban Kebakaran di Desa Cendana Hitam
-
Ditinggal Isteri, Pria di Bone Kerap Ngamuk Hingga Bakar Rumah Orang Tua Kandung
-
Dua Unit Rumah Warga di Lamurukang Bone Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp650 Juta
-
Rumah Panggung di Bone Terbakar, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah