MAKASSAR - Jumlah kasus positif Covid-19 terus bertambah dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah proses Pilkada serentak 2020, sejumlah penyelenggara pemilu pun turut terpapar Covid-19. Di Sulsel, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel, Faisal Amir mengumumkan dirinya positif Covid-19.
Akibat maraknya penyelenggara pemilu yang terpapar Covid-19, banyak pihak yang mulai mendesak pemerintah menghentikan tahapan pelaksanaan Pilkada 2020. Bahkan tidak sedikit yang langsung menyampaikan aspirasinya ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Anggota DKPP, Alfitra Salam mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah menerima lebih dari 50 jenis petisi dari masyarakat yang meminta agar Pilkada Serentak 2020 ditunda. Menurutnya, kelompok masyarakat yang mengajukan petisi ingin pilkada ditunda hingga pandemi virus corona benar-benar berakhir.
"Bahkan Komnas HAM sudah mengeluarkan rekomendasi agar Pilkada serentak 2020 ini ditunda karena ini menyangkut hak hidup masyarakat," kata Alfitra.
Meski begitu, Alfitra menganggap, usul penundaan pilkada sulit direalisasikan. Salah satunya karena biaya untuk pilkada akan membengkak jika ditunda kembali. "Selama Pandemi Covid-19 ini biaya Pilkada sudah membengkak 5 kali lipat. Kalau ditunda akan semakin besar lagi," paparnya.Dikutip CNN.COM
Alfitra menyebut, kalaupun tahapan Pilkada 2020 ditunda, maka tahapan yang memungkinkan dilakukan penundaan hanya pencoblosannya saja. "Tahapan-tahapan lainnya tetap berjalan seperti biasa," pungkasnya.