Redaksi : Senin, 14 September 2020 05:57
Ilustrasi

BUKAMATA - Bagi pasangan, kepuasan untuk urusan ranjang selalu memiliki berpengaruh besar pada keharmonisan hubungan. Sayangnya, ada banyak hal yang dapat mempengaruhi kepuasan aktivitas seksual pasangan.

Melansir dari doktersehat.com, Apa Itu Ejakulasi Tertunda?
Ejakulasi tertunda adalah kondisi ketika pria membutuhkan waktu lebih lama, pun rangsangan seksual yang lebih intens untuk dapat mengeluarkan air mani dan mencapai orgasme. Bahkan, ada kasus di mana pria tidak dapat berejakulasi sama sekali. Kondisi ini tentu cukup mengkhawatirkan karena bisa mengganggu aktivitas seksual pria dan pasangannya.

Lantas, apakah ejakulasi yang tertunda ini terjadi secara permanen? Jawabannya bisa ya, bisa tidak. Bukan suatu masalah apabila masalah ini menimpa Anda untuk sementara waktu, namun jika terjadi terus-menerus, maka penanganan medis mungkin perlu dilakukan karena jika tidak, dapat memicu stres atau bahkan depresi.

Jenis Ejakulasi Tertunda
Ejakulasi tertunda (delayed ejaculation) sendiri terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:

Situational delayed ejaculation, yakni ketika pria lama atau tidak dapat berejakulasi ketika mendapat rangsangan seksual tertentu.
Lifelong delayed ejaculation, yakni ketika rangsangan seksual apapun tidak mampu membuat pria untuk berejakulasi di waktu yang tepat atau bahkan tidak bisa ejakulasi sama sekali.
Ciri dan Gejala Ejakulasi Tertunda
Gangguan seksual pria yang satu ini ditandai oleh sejumlah gejala. Ciri atau gejala yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Ejakulasi baru terjadi setelah 30 menit mendapat rangsangan seksual (beberapa kasus bahkan sampai membutuhkan waktu hingga 60 menit).
Tidak bisa ejakulasi sama sekali kendati sudah mencapai orgasme.
Sebenarnya, tidak ada patokan waktu yang mengindikasikan seorang pria mengalami delayed ejaculation. Anda mungkin mengalami ejakulasi tertunda apabila hal ini sudah sampai menyebabkan stres, frustrasi, atau jika Anda harus menyudahi aktivitas seksual karena kelelahan, iritasi fisik, kehilangan ereksi, atau permintaan dari pasangan.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Seperti yang sudah disebutkan di atas, masalah seksual ini bisa menyebabkan penderitanya mengalami stres, frustrasi, penurunan gairah seks, dan sebagainya. Apabila Anda mengalami delayed ejaculation dalam jangka waktu cukup lama dan sudah sampai disertai oleh gangguan-gangguan psikologis tersebut, maka Anda mungkin perlu untuk memeriksakan diri ke dokter guna mendapat penanganan lebih lanjut.

Penyebab Ejakulasi Tertunda
Penyakit seksual ejakulasi tertunda memiliki beragam faktor penyebab. Apa saja faktor-faktor penyebabnya?

1. Psikologis
Pertama, kondisi ini bisa dipicu oleh sejumlah faktor yang berkaitan dengan psikologis. Faktor psikologis yang dimaksud meliputi:

Stres
Frustrasi
Depresi
Gangguan kecemasan
Serangan panik
Hilang kepercayaan diri
Konflik dengan pasangan
Fantasi seksual
Trauma
Selain itu, faktor-faktor penunjang seperti budaya, agama, dan sebagainya dalam konteks seksualitas juga secara tidak sadar turut memengaruhi psikologis seseorang hingga memicu terjadinya delayed ejaculation ini.

2. Gangguan Medis
Penyebab kedua dari delayed ejaculation ialah adanya gangguan medis yang dialami oleh yang bersangkutan. Beberapa contoh gangguan medis tersebut adalah sebagai berikut:

Kerusakan saraf, terutama di tulang punggung dan panggul
Gangguan jantung
Stroke
Kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme)
Kekurangan hormon testosteron
Infeksi kelenjar prostat
Infeksi saluran kemih
Riwayat operasi prostat
Cacat lahir yang memengaruhi kemampuan ejakulasi
3. Obat-obatan
Penggunaan obat-obatan juga dapat membuat seseorang mengalami ejakulasi tertunda. Obat-obatan yang dimaksud di antaranya adalah:

Diuretik
Obat antihipertensi
Obat antikejang
Obat antipsikotik
Obat antidepresan
Apabila Anda sedang mengonsumsi salah satu dari obat-obatan di atas, Anda mungkin akan mengalami delayed ejaculation. Akan tetapi, kondisi ini umumnya hanya bersifat sementara dan akan sembuh dengan sendirinya seiring dengan penghentian penggunaan obat.

Diagnosis Ejakulasi Tertunda
Analisis gaya hidup dan riwayat medis diperlukan untuk memastikan kondisi sekaligus menentukan metode pengobatan yang akan diterapkan. Jika ejakulasi tertunda terindikasi disebabkan oleh masalah medis tertentu, Anda mungkin memerlukan tes lebih lanjut.

Tes lanjutan yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Pemeriksaan fisik lanjutan. Pada pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa sensitivitas organ intim pria. Dokter akan memberikan sentuhan kecil pada penis dan testikel untuk mengukur seberapa sensitif keduanya terhadap sentuhan.
Tes darah. Dokter akan mengambil sampel darah untuk selanjutnya diteliti lebih lanjut di laboratorium. Ini dilakukan apabila ada indikasi penyakit kardiovaskular, diabetes, atau kadar testosteron rendah.
Tes urine. Sementara itu, tes urine bertujuan untuk memastikan apakah masalah ejakulasi ini berkaitan dengan penyakit diabetes atau infeksi pada saluran kemih.
Pengobatan Ejakulasi Tertunda
Perawatan untuk ejakulasi tertunda disesuakan dengan penyebabnya. Sebagai contoh, jika kondisi ini disebabkan oleh penggunaan obat-obatan, maka dokter akan mengurangi dosis atau memberikan alternatif obat pengganti yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Sementara apabila masalah ini disebabkan oleh gangguan psikologis, pasien mungkin akan diminta untuk menjalani konseling atau psikoterapi. Dokter juga akan memberikan sejumlah obat-obatan guna membantu merilekskan tubuh dan pikiran pasien. Obat-obatan yang dimaksud antara lain:

Amantadine
Buspirone
Cyproheptadine
Komplikasi Ejakulasi Tertunda
Delayed ejaculation yang terjadi dalam jangka panjang mungkin akan menimbulkan komplikasi. Komplikasi yang dimaksud adalah:

Penurunan gairah seksual
Infertilitas
Stres
Trauma
Terganggunya hubungan dengan pasangan.

 

TAG

BERITA TERKAIT