MAKASSAR - Pasangan bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi, melakukan deklarasi, Kamis (3/9/2020). Deklarasi digelar di atas Kapal Phinisi di area Anjungan Pantai Losari yang menjadi ikon Kota Makassar.
Dalam deklarasi itu, Danny Pomanto melakukan orasi sekaligus mengkritik sejumlah kemunduran Kota Makassar kala dirinya tak lagi menjadi pucuk pimpinan di Ibukota Sulawesi Selatan ini.
Menurut Danny, salah satu kemunduran yang nyata adalah tidak berjalannya fasilitas telepon dan pulsa bagi para RT-RW di Kota Makassar. "Fasilitas telepon dan pulsanya serta langganan koran sebagai update pengembangan wawasan, sekarang tidak pernah terdengar lagi," ungkapnya.
Selain itu, lanjut Danny, fungsi penasehat walikota di tingkat kelurahan sebagai mitigator sosial juga ditiadakan. "Sekarang dihapus tanpa penjelasan," katanya.
Menurut Danny, kemunduran lain dalam hal kebersihan. Menurutnya, dibawah kepemimpinannya penanganan kebersihan dan pengangkutan sampah maksimal jam 7 pagi. "Jam 7 pagi tuntas bersih selesai setiap hari di semua ruang kota, yang sekarang sangat jarang terlihat lagi," jelasnya.
Sektor pelayanan publik, sebut Danny, juga banyak dikeluhkan masyarakat. "Pelayanan publik selalu anugrah atau anu gratis untuk rakyat, sekarang penuh keluhan," katanya.
Danny juga menyorot merosotnya Penghasilan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar, dimana pada masanya mencapai Rp 1,3 triliun. Sedangkan, setelah dirinya tidak menjabat hanya mencapai Rp 1 triliun. "Padahal baru enam bulan setelah kami mengakhiri masa jabatan," ungkapnya.
Kemunduran lain, menurut Danny, adalah ditiadakannya Festival F-8. Padalah menurutnya, Festival F-8 sudah menjadi Top Ten International Festival Indonesia dan menjadi menjadi kebanggaan rakyat Makassar. "Berusaha dilenyapkan tanpa alasan yang jelas," ujarnya.
Danny juga menyayangkan pengejaran penjualan fasum-fasos yang sudah menjadi LHP BPK bekerjasama dengan KPK yang semakin redup.
"Ini hanya sekadar segelintir yang sudah menjadi bukti-bukti menjadi referensi kuat dalam pikiran dan hati rakyat Makassar. Rakyat Makassar menolak kalau Makassar mundur lagi, jangan biarkan Makassar mudnur lagi," seru Danny di hadapan pendukung yang memadati deklarasi.