Studi Terbaru Ungkap Populasi Manusia Dunia Diduga Jauh Lebih Besar dari Data Resmi
02 Februari 2026 18:00
Seorang ibu terekam memukul anaknya dengan selang. Itu setelah sang anak tidak paham saat diajari matematika di rumah.
SURABAYA, BUKAMATA - Sebuah video viral di media sosial. Durasinya 4 menit 39 detik. Seorang ibu mencambuk anaknya dengan selang, karena tak mengerti juga saat diajari soal matematika. Diunggah ke Grup Facebook Info Malang Raya.
Video itu, tampaknya direkam seseorang dari balik jendela. Memperlihatkan seorang perempuan, menyiksa korban dengan menggunakan selang. Berkali-kali, selang itu disabetkan kepada korban.
Kata-kata penuh amarah juga terlontar dari mulut ibu itu, karena korban dinilai kurang memahami tugas sekolah yang dikerjakan. Kata-kata perempuan itu jelas terdengar dalam rekaman video. Begitu bengis perempuan itu melampiaskan kemarahannya dengan terus memukulkan selang kepada korban.
Perekam turut memastikan, bahwa peristiwa yang direkam merupakan bentuk kekerasan terhadap anak oleh ibunya sendiri. "Penganiayaan anak Lur, dipecuti anaknya," ucap perekam.
Lokasi kekerasan terhadap anak itu akhirnya terungkap. Terjadi di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Selasa (1/9/2020) lalu. Polres Malang, mengambil langkah cepat sebelum video itu viral.
Satreskrim Polres Malang bersama Polsek Turen mengidentifikasi perempuan beserta anak yang diduga menjadi korban kekerasan. "Sejak mengetahui informasi adanya tindak kekerasan itu, kami sudah melakukan langkah-langkah penyelidikan. Dan, malam kemarin telah mengidentifikasi perempuan yang terekam dalam video. Termasuk anak yang diduga menjadi korban kekerasan," ujar Kasat Reskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.
Ibu yang mencambuk anaknya itu berinisial MA. Sudah diperiksa polisi. MA sudah diperiksa. Demikian pula korban dan ayahnya, ikut diperiksa.
"Pemeriksaan terhadap ibu, anak serta ayahnya dan beberapa orang yang mengetahui kejadian itu sudah dilakukan. Bersamaan juga kami gelar pertemuan dengan kepala desa beserta dinas terkait, untuk menangani perkara ini," kata Kapolres Malang AKBP Hendri Umar kepada wartawan.
Hendri bilang, aksi kekerasan itu terjadi saat MA mengajari korban matematika. Entah karena dalam kondisi capek atau ingin segera bermain, korban kurang konsentrasi mengikuti metode belajar yang diajarkan ibunya.
"Jadi sudah diajarkan berkali-kali, tapi si anak tidak memahami. Kita tidak tahu kondisi psikis anak lagi bagaimana, karena capek, atau karena ingin segera bermain. Yang diajarkan matematika," terang Hendri.
Karena tersulut emosi, lanjut Hendri, pelaku kemudian mengambil selang dan dipukulkan atau mencambukkan ke kaki korban sebanyak tiga kali. Bukan hanya itu, pelaku juga menggigit tangan kanan korban sebanyak satu kali.
"Dipukul pakai selang sebanyak tiga kali, dan sempat digigit tangan korban satu kali. Semua karena ibu emosi," sambung Hendri.
Hendri bilang, proses pemeriksaan masih berlanjut dan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malang, serta kepala desa. "Kita libatkan dinas terkait dan kepala desa untuk menangani perkara ini. Untuk psikologi anak dalam kondisi baik, dan menyadari jika sudah melakukan kesalahan. Sang anak juga masih menyayangi ibunya," pungkas Hendri.
Sumber: Detik
02 Februari 2026 18:00
02 Februari 2026 17:44
02 Februari 2026 15:18
02 Februari 2026 13:53
02 Februari 2026 09:43
02 Februari 2026 09:34
02 Februari 2026 09:19
02 Februari 2026 09:56
02 Februari 2026 11:43