MASAMBA, BUKAMATA - Banjir Bandang yang melanda Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan pada 13 Juli 2020 lalu, menyebabkan puluhan ribu warga terdampak terpaksa mengungsi. Pasalnya, rumah mereka penuh dengan lumpur.
Hingga saat ini, sebagian besar warga masih berada di tenda pengungsian. Itu karena rumah mereka hancur akibat banjir.
Berada di tenda pengungsian dengan segala keterbatasannya, membuat kondisi para pengungsi mulai terancam. Utamanya dari segi kesehatan. Berbagai penyakit kini menghantui puluhan ribu korban banjir yang saat ini berada di tenda pengungsian.
Merespons hal tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan, mengajak para sahabat dermawan untuk memuliakan para pengungsi dengan shelter/membangun hunian sementara.
"Itu agar mereka mendapatkan tempat tinggal yang layak," ujar Kepala Cabang ACT Sulsel, Catherine Imran.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Dinsos Makassar Bakal Segel Kantor ACT Sulsel Pekan Depan
-
Pemkab Gowa Bersama ACT sepakat Kolaborasi di Bidang Kemanusiaan
-
Global Wakaf-ACT Hadirkan Gerobak Baru untuk Korban Kebakaran di Makassar
-
Saluran PDAM terputus pasca banjir, ACT siapkan layanan air bersih untuk warga Tarowang Jeneponto
-
Pulihkan Ekonomi Kecil di Sulsel, ACT Launching Program Wakaf UMKM