Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Kondisi ekonomi keluarga yang semakin hari semakin buruk, dampak daya beli merosot, membuat ibu Hernida tak tahu lagi harus berbuat apa.
GOWA - Pandemi Covid-19 membuat Hernida yang sehari-hari berjualan gorengan di salah satu kampus ternama di Makassar terhenti akibat aktivitas kampus masih diliburkan.
Berlokasi di Keluharan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Hernida tinggal bersama 6 orang anaknya dan suami yang terkena stroke sejak 7 tahun yang lalu.
Hal itu membuat Hernida harus berjuang sendiri menafkahi keluarganya dengan berjualan gorengan di kantin kampus. Namun semenjak awal tahun, ia sudah tak berjualan lagi karena pandemi Covid-19, dan akhirnya ia memutuskan untuk berjualan keliling sekitar kompleksnya saja.
Kondisi ekonomi keluarga yang semakin hari semakin buruk, dampak daya beli merosot, membuat ibu Hernida tak tahu lagi harus berbuat apa. Modal yang diputar semakin hari semakin menipis karena ia harus terus membayar biaya kuliah dan sekolah anak-anaknya serta makan sehari-hari.
Hernida berharap agar ada bantuan modal usaha dari pihak pemerintah maupun swasta yang bisa mensupport-nya, agar tetap bisa berjualan.
Merespon hal tersebut, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Gowa melalui Program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI) menyalurkan bantuan berupa sedekah modal usaha kepada Ibu Hernida.
ACT menginisiasi program Sahabat UMI dengan memberikan sedekah modal usaha untuk menumbuh kembangkan usaha ultra mikro di Indonesia, khususnya para ibu yang berperan sebagai tulang punggung keluarga yang terkena dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.
Koordinator Program Sahabat UMI Sulawesi Selatan, Andi Syurganda mengatakan, Hernida merupakan beberapa di antara ribuan perempuan pelaku usaha yang mendapatkan modal.
"Per 1 September 2020, dari 11.844 yang terdata sudah ada 4.219 penerima manfaat program ini. Dana yang tersalurkan pun mencapai kurang lebih Rp. 2 miliar hingga ke 232 kabupaten/kota di 27 provinsi," katanya dalam rilis yang diterima, Selasa (1/9/2020).
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46