Redaksi : Kamis, 27 Agustus 2020 19:45
Ilustrasi

MAKASSAR - Pilwalkot Makassar 2020 hampir pasti akan diikuti oleh empat bakal pasangan calon. Keempatnya yaitu Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi (ADAMA), Syamsu Rizal-Fadly Ananda (DILAN), Munafri Arifuddin-Rahman Bando (APPI-RAHMAN) dan Irman Yasin Limpo-Zunnun Nurdin Halid (IMUN).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar menyebut, keempat bakal pasangan calon ini sudah melayangkan surat terkait waktu pendaftaran mereka. Hanya saja, menurut Komisioner KPU Makassar, Gunawan Mashar menyebut, keempatnya mengajukan jadwal pendaftaran yang sama, yakni di hari pertama pendaftaran, Jumat (4/9/2020).

Dengan kondisi ini, menurut Gunawan, sulit untuk mengabulkan jadwal yang diminta oleh masing-masing pasangan calon. Untuk itu, menurut Gunawan, pihaknya akan mengatur jadwal kedatangan bakal pasangan calon dengan memerhatikan sejumlah hal.

"Pertama, terkait bukti administrasi, dalam hal ini surat yang duluan masuk akan jadi pertimbangan untuk didahulukan," ungkap Gunawan tanpa menyebutkan pasangan yang lebih dulu memasukkan suratnya.

Selain itu, kata Gunawan, pihaknya juga akan mempertimbangkan waktu yang digunakan dalam proses pendaftaran. Menurutnya, dari hasil dua kali simulasi pendaftaran yang dilakukan, waktu yang dibutuhkan rata-rata 2 jam 30 menit.

"(Waktu itu red.) belum termasuk waktu untuk melakukan sterilisasi ruangan setelah bapaslon pulang. Dengan gambaran seperti ini, perlu rentang waktu yang cukup antara kepulangan satu bapaslon dengan kedatangan bapaslon lainnya," jelasnya.

Menurut Gunawan, pihaknya juga akan memerhatikan protokoler Covid-19 dalam proses pendaftaran. Yang mana mewajibkan tak ada kerumunan, yang menyebabkan tidak adanya jarak minimal satu meter antar orang. "Rentang waktu pendaftaran dan kedarangan yang berdekatan, antara bapaslon satu dengan bapaslon lainnya potensial terjadinya penumpukan dan kerumunan," jelasnya.

Tak kalah penting, menurut Gunawan, menjaga kondusifitas pada saat pendaftaran. Berdasarkan hasil koordinasi KPU Makassar dengan pihak keamanan, upaya untuk menghindarkan bertemunya dua kelompok massa dari bapaslon yang berbeda harus dimaksimalkan.

"Dengan rentang waktu pendaftaran yang berdekatan, kemungkinan untuk bertemunya dua massa dari bapaslon yang berbeda sangat besar. Untuk itu, KPU Makassar akan mengatur dan mengumumkan jadwal pendaftaran bapaslon pada rakor yang menghadirkan LO parpol, Kepolisian, TNI, Bawaslu, dan Satgas Covid," pungkasnya.