JAKARTA, BUKAMATA - Banyak pihak menyebut, penghargaan bintang tanda jasa Mahaputera Nararya oleh Presiden Joko Widodo kepada Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Fahri Hamzah, sebagai upaya membungkam sikap kritis Fahri.
Namun, Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta berpandangan lain. Menurut Anis, itu bukan sogokan, melainkan apresiasi Presiden Jokowi atas pengabdian mantan pimpinan DPR RI itu.
Anis bilang, sikap negarawan yang ditunjukkan mantan politisi PKS tersebut dalam menyikapi sejumlah kebijakan pemerintah, salah satu pertimbangan Jokowi memberikan penghargaan.
“Sikap kritis itu, tanggung jawab sebagai warga negara kepada bangsa dan manusia kepada Allah. Jadi, itu tidak ada hubungannya dengan penghargaan. Beliau itu negarawan, tahu apa yang harus dilakukan kepada negara,” kata Anis.
Anis menegaskan, sebagai pimpinan Partai Gelora, dirinya tidak akan melarang Fahri untuk tetap bersikap kritis terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. “Insyaallah (saya) enggak akan larang,” tegasnya.
Selain Fahri, koleganya, Fadli Zon juga mendapat penghargaan yang sama.
BERITA TERKAIT
-
Anis Matta Optimistis Partai Gelora Lolos ke Senayan pada Pemilu 2029
-
Partai Gelora akan Gelar Bimtek II, Khusus Bahas Anggaran dan Keuangan Daerah di Tengah Ketidakpastian Situasi Geopolitik Global
-
Potensi Krisis Pupuk dan Ancaman Kelaparan Dunia, Anis Matta: Konflik Timur Tengah Harus Didorong Jadi Zona Pembangunan
-
Fahri Hamzah: Harkitnas ke-118 Jadi Momentum Perkuat Indonesia Menuju Superpower Baru
-
Fahri Hamzah: Banyak Orang yang Salah Paham Cara Presiden Prabowo Mengelola Ekonomi