JAKARTA, BUKAMATA - Banyak pihak menyebut, penghargaan bintang tanda jasa Mahaputera Nararya oleh Presiden Joko Widodo kepada Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Fahri Hamzah, sebagai upaya membungkam sikap kritis Fahri.
Namun, Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta berpandangan lain. Menurut Anis, itu bukan sogokan, melainkan apresiasi Presiden Jokowi atas pengabdian mantan pimpinan DPR RI itu.
Anis bilang, sikap negarawan yang ditunjukkan mantan politisi PKS tersebut dalam menyikapi sejumlah kebijakan pemerintah, salah satu pertimbangan Jokowi memberikan penghargaan.
“Sikap kritis itu, tanggung jawab sebagai warga negara kepada bangsa dan manusia kepada Allah. Jadi, itu tidak ada hubungannya dengan penghargaan. Beliau itu negarawan, tahu apa yang harus dilakukan kepada negara,” kata Anis.
Anis menegaskan, sebagai pimpinan Partai Gelora, dirinya tidak akan melarang Fahri untuk tetap bersikap kritis terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. “Insyaallah (saya) enggak akan larang,” tegasnya.
Selain Fahri, koleganya, Fadli Zon juga mendapat penghargaan yang sama.
BERITA TERKAIT
-
Rayakan HUT ke-6, Partai Gelora Gelar Pawai Budaya dan Bagikan Gunungan ke Masyarakat Jogja
-
Kuliah Umum di UMI Makassar, Anis Matta Tantang Mahasiswa Tingkatkan Kapasitas Intelektual: “Lawan Kedangkalan Berpikir!”
-
Wamen Luar Negeri Apresiasi Potensi Wisata Makassar, Dorong Diplomasi Cerita ke Dunia
-
Anis Matta Ingatkan Gelora Soal Goncangan Geopolitik Global di Milad Ke-6 Partai Gelora
-
HUT ke-6 Partai Gelora: Koordinator Wilayah Sulsel V Hj. Nirfawana Dinobatkan sebagai Kader Inspiratif