Rumah di Tengah Jalan Layang, Pemilik Tolak Pindah
Sebuah rumah menyendiri di tengah jalan layang di China. Pemilik menolak pindah karena kompensasinya tak menarik.
CHINA, BUKAMATA - Sebuah rumah viral di Weibo, aplikasi media sosial China. Rumah itu tersembunyi di antara dua jalur jalan layang Haizhuyong Bridge.
Dilansir dari Guangzhou Daily, dulu, di situ ada 47 rumah dan 7 gedung perusahaan, berdiri di sisi jalan Huandao. Pada 2010, pemerintah setempat menghancurkan Jalan Huandao dan menggantinya jalan layang Haizhuyong Bridge.
Semua 46 rumah dan 7 gedung perusahaan menerima dirobohkan dengan kompensasi pada September 2019. Kecuali rumah Nyonya Liang. Dia satu-satunya orang yang masih bertahan tinggal di sana. Menolak kompensasi ganti rugi dari pemerintah.
Pihak berwenang mengklaim, telah menawari Nyonya Liang banyak pilihan apartemen serta skema kompensasi tunai. Tetapi dia menolak semuanya.
Akhirnya, rumah satu lantai seluas 40 meter itu, tetap bertahan di sana. Di China dikenal dengan istilah “rumah paku” atau “dingzihu” dalam bahasa Mandarin, di mana pemilik rumah menolak kompensasi dari developer atas pembongkarannya.
Alasan Nyonya Liang menolak pindah, karena rumah pengganti yang ditawarkan pemerintah lokasinya tidak ideal.
“Anda pikir lingkungan ini buruk, tetapi saya merasa tenang, membebaskan, menyenangkan, dan nyaman,” katanya dikutip dari Daily Mail.
Orang dalam mengatakan, Nyonya Liang meminta empat apartemen dari pemerintah, tetapi dia hanya dijanjikan dua.
Kemudian dalam wawancara lain yang direkam oleh Pear Video, Nyonya Liang mengklaim pemerintah menawarinya tempat tinggal pengganti di sebelah kamar mayat, dan itulah alasannya dia tak mau pindah.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
