Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 05 Agustus 2020 14:59

Achmad Nur Hidayat
Achmad Nur Hidayat

Pakar Kebijakan Publik Ini Minta Pemerintah Tahan Diri untuk Impor, Dorong Kemandirian

Achmad Nur Hidayat meminta Indonesia tidak tergantung dengan produk luar negeri. Negeri ini kata pakar kebijakan publik itu, harus mandiri.

JAKARTA, BUKAMATA - Pakar Kebijakan Publik, Achmad Nur Hidayat, meminta pemerintah menahan diri untuk melakukan impor di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Menurut Matnoer -sapaannya- pemerintah hendaknya mulai berdikari dan berpikir kreatif untuk kemandirian di segala bidang. Itu untuk mempercepat posisi Indonesia di lima besar dunia.

"Covid-19 telah mengajarkan kita, bahwa pandemi bisa menghancurkan pariwisata, perdagangan dunia dan kebebasan sosialisasi antar bangsa. Kita perlu berdikari dan menjaga kemandirian sebagaimana yang diserukan oleh founding father," kata Matnoer dalam keterangannya, Rabu (5/8/2020).

Founder Narasi Institute itu menambahkan, kemandirian diperlukan untuk memulihkan ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan secara nasional.

"Kita harus memikirkan pemenuhan kebutuhan pokok dari kekuatan domestik. Kita semua harus menahan diri, tidak tergantung kepada produksi negara lain," katanya.

Analis kebijakan publik ini menilai, pilihan pendanaan untuk pemulihan ekonomi imbas krisis global berlarut akibat pandemi Covid 19 saat ini sangat terbatas, karena pasar keuangan dunia tidak memiliki kemewahan seperti dulu.

"Ini saatnya diperlukan dirigen smart dari tim ekonomi yang mengharmonisasi perekonomian Indonesia yang kompleks ini," kata ungkapnya.

Matnoer yakin, dengan kemandirian tersebut, maka perekonomian Indonesia bisa segera pulih, dan bahkan mempercepat sebagai lima besar kekuatan dunia.

Hal itu dengan catatan asal semua pihak mengedepankan kepentingan nasional, bukan kepentingan sektoral, regional maupun kelompok bisnisnya sendiri.

"Saat ini ada indikasi kepentingan sektoral menguat daripada kepentingan nasional. Bank Indonesia tidak boleh memikirkan ego institusinya sendiri begitu juga OJK, LPS dan dan Forum KSSK (Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan)," katanya.

Saat ini, lanjutnya, neraca ekonomi makro Indonesia di ujung tanduk dan banyak sektor yang harus diselematkan terutama sektor UMKM. Sehingga diperlukan kreativitas ekonomi dalam mencari solusi mengatasi krisis berlarut tersebut.

Pemerintah maupun tim ekonomi tidak boleh main-main dengan stabilitas keuangan saat ini. Karena akan membuat distabilitas yang lebih besar, jika salah dalam mengelolanya.

"Indonesia harus berpikir kreatif, tanpa destruktif terhadap tatanan yang ada untuk mempercepat posisi Indonesia yang berada dalam lima besar dunia," pungkasnya.

#Covid-19 #Ekonomi Covid-19 #Ekonomi Indonesia #Achmad Nur Hidayat

Berita Populer