Redaksi : Senin, 03 Agustus 2020 08:13
Ekspresi pengungsi saat menerima daging kurban dari ACT.

LUWU UTARA, BUKAMATA - Pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Luwu Utara beberapa minggu lalu, puluhan ribu warga terdampak, mengungsi. Lokasi pengungsian tersebar di beberapa titik.

Memasuki hari Raya Iduladha, para pengungsi hanya bisa berdiam di tenda mereka dengan segala keterbatasan. Nikmatnya sajian daging kurban hampir menjadi hal mustahil bagi para pengungsi.

Kondisi tersebut mengundang simpati kedermawanan masyarakat Indonesia melalui Global Qurban - Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Pada Sabtu (1/8/2020) sebanyak 10 ekor sapi dikurbankan untuk warga terdampak banjir bandang Luwu Utara. Penyembelihan dilakukan pada dua lokasi berbeda, yaitu di Kelurhaan Baliase, Kecamatan Masamba dan Dusun Pongo, Desa Malimbu, Kecamatan Sabbang.

"Alhamdulillah, kemarin kita menyembelih 10 ekor sapi, amanah dari para dermawan melalui Global Qurban ACT. Nantinya, 10 ekor sapi ini akan didistribusikan ke kepada warga terdampak Banjir Bandang Luwu Utara," kata Kepala Cabang Global Qurban ACT Cabang Sulawesi Selatan Catherin Imran, melalui siaran persnya, di Makassar, Minggu, 2 Juli 2020.

Hingga memasuki hari kedua tasyrik, sebanyak 22.274 ribu hewan kurban telah didistribusikan oleh Global Qurban ACT di pelosok nusantara hingga 50 negara di dunia yang dilanda krisis kemanusiaan. Hal ini membuktikan partisipasi masyarakat untuk berkurban melalui Global Qurban ACT, dengan konsep berbagi semakin meningkat setiap tahunnya.