BARRU, BUKAMATA - Selasa, 28 Juli 2020. Di Aula PKG Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sulsel melanjutkan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi, terkait obat-obat tradisional, kosmetik dan pangan.
Pada sosialisasi tersebut, BBPOM secara khusus menghadirkan anggota Komisi IX DPR RI, drg Hj Hasnah Syam MARS. Di DPR RI, Hasnah Syam memang membidangi masalah kesehatan. Sehingga, dinilai sangat tepat untuk dihadirkan. Selain punya kedekatan emosional dengan warga Barru, juga kapasitas yang dimiliki untuk bersama memberikan edukasi kepada warga.
Mengenakan batik kombinasi silver dan kuning, Hasnah yang tak lain Ketua TP PKK Barru, terlebih dahulu menyampaikan, jika kegiatan seperti ini sangat penting diikuti warga. Pasalnya, bisa memahami persoalan yang terkait dengan obat-obatan, kosmetik, maupun makanan. Sebab kata dia, jangan sampai hanya dikonsumsi, tapi tidak mengetahui dampak yang ditimbulkan.
“Tujuan dari kegiatan ini, adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat, dimana melalui sosialisasi seperti ini, bisa memberikan informasi kepada masyarakat tentang produk obat, obat tradisional, kosmetik, pangan yang aman dikonsumsi dan digunakan,” kata Hasnah Syam kepada warga.
Istri dari Bupati Barru Suardi Saleh ini menambahkan, masih banyak masyarakat belum memahami bagaimana cara mengosumsi dan menggunakan produk obat, obat tradisional, kosmetik, dan pangan yang aman. Karenanya, sosialisasi ini diharapkan bisa membantu warga.
Selain itu, Hasnah Syam juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Barru, yang dinilainya punya kepatuhan terhadap standar protokol kesehatan mengenai Covid-19. Terbukti, Barru masuk kategori rendah mengenai penularan virus itu di Indonesia.
Meski demikian, anggota DPR dari Fraksi Nasdem ini, tetap mengimbau warga untuk selalu waspada, dan terus mematuhi standar protokol kesehatan. Sebab penyaluran virus itu lanjut dia, masih mengancam jika kita abai dan lengah.
Berdasarkan pantauan, di sosialisasi BBPOM ini, di samping menghadirkan Hasnah Syam, juga mengundang beberapa narasumber terkait. Seperti Pengawas Farmasi Makanan Ahli Madya dari BBPOM Sulsel, Adilah Pababbari, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Barru dr Amiz Rivai.
Adilah yang juga datang mewakili Kepala BBPOM Sulsel, mengurai, sosialisasi merupakan bagian menjaga keamanan makanan, kosmetik, maupun obat, dan obat tradisional.
“Menjadi imbauan kepada masyarakat, agar berhati-hati menggunakan obat tanpa resep dokter. Apalagi obat Ilegal dan obat palsu. Obat Ilegal adalah obat yang tidak memiliki ijin produksi. Dan obat palsu, yaitu membuat obat sama dengan aslinya. Begitu pula kosmetik yang terbuat dari bahan racikan yang bisa merusak bagian wajah atau tubuh bagian luar manusia,” paparnya.
Ia berharap, dengan berbagai penjelasan yang disampaikan melalui sosialisasi ini dapat melakukan antisipasi dini demi kesehatan kita semua. Termasuk warga yang hadir, bisa menyampaikan ke para tetangganya.
Sementara Amiz Rivai lebih fokus menyosialisasikan tentang penggunaan obat. Seperti harus teliti membedakan obat yang asli dan palsu, serta racikan. Begitu pun dalam membedakan kemasan obat yang baik dan tak layak digunakan.
Selain itu, pihaknya bersama BBPOM berkomitmen untuk berperan aktif melakukan pencegahan terhadap bahan makanan dan obat-obatan yang beredar di masyarakat.
BERITA TERKAIT
-
Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari Dukung Langsung PSM Makassar di Semifinal ASEAN Club Championship
-
Bazar Jalur 2: Dokter Ulfah-MHG Beri Dukungan Nyata untuk UMKM Barru, Disambut Hangat Gen Z
-
Setelah Pisang Cavendish, Pj Gubernur Bahtiar Target Sulsel Jadi Penghasil Nanas
-
Melalui Inseminasi Buatan, Pj Gubernur Sulsel Dorong Peternak Jadi Pengusaha Ternak
-
200 Ribu Benih Ikan Nila Ditebar di Barru