Redaksi : Kamis, 23 Juli 2020 19:14

MAKASSAR - Meski sudah memegang rekomendasi dua partai, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, bakal pasangan calon Walikota Makassar, Syamsu Rizal-Fadly Ananda, belum bisa bernafas lega. Musabab, jumlah kursi kedua partai ini belum mencukupi syarat mengusung pasangan calon sebanyak 10 kursi.

Di DPRD Makassar, PDI Perjuangan memiliki enam kursi, sementara PKB hanya memiliki satu kursi. Sehingga pasangan berakronim DILAN masih membutuhkan minimal tiga kursi. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pernah menerbitkan surat tugas bagi Syamsu Rizal, hingga saat ini belum menerbitkan rekomendasinya.

Jika tidak bisa mencukupkan jumlah kursinya, bukan tidak mungkin rekomendasi yang diperoleh dari PDI Perjuangan dan PKB oleh pasangan ini akan dialihkan pada calon lain yang juga masih terus berburu partai.

Terkait hal ini, Sekretaris PDI Perjuangan Sulsel, Rudy Pieter Goni mengaku pihaknya belum terpikirkan untuk mengalihkan dukungan ke calon lain. "Saat ini PDI Perjuangan kokoh bersama DILAN. Apalagi sudah ada rekomendasi yang telah dikeluarkan, yang tentunya melalui proses panjang dan dengan pemikiran cermat dan keinginan menang," jelasnya.

Menyangkut isu kurangnya partai pengusung DILAN, Rudy mengatakan, pihaknya sangat yakin akan terpenuhi. "Kami optimis akan mengantar kader kami Fadli Ananda mengikuti konstetan pemilu. Tidak pernah ada niat kami akan meninggalkan Fadli Ananda," ungkapnya.

Rudy bahkan sesumbar, dalam waktu dekat DILAN akan memeroleh tambahan kursi dan melakukan deklarasi. "Santai saja, dalam waktu dekat kita sudah akan lakukan deklarasi," pungkasnya.

TAG