MAKASSAR - Tim SAR gabungan memutuskan menambah batas waktu pencarian korban banjir bandang yang terjadi Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada 13 Juli lalu.
Kepala Basarnas Makassar, Mustari mengatakan, perpanjangan batas waktu pencarian itu dilakukan karena masih terdapat korban belum ditemukan. Hal tersebut juga berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah setempat.
"Sesuai prosedur pencarian operasi SAR tujuh hari, namun dilihat di lokasi masih ada korban yang belum ditemukan. Sehingga pemda setempat dan bupati meminta Bassrnas untuk melanjutkan pecarian 3 hari kedepan," kata Mustari.
Hingga hari Minggu (19/7) kemarin, lanjut Mustari, tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah di dua tempat berbeda kemarin.
Korban pertama jenis kelamin perempuan ditemukan pukul 11.20 wita, jasadnya dibawa ke RS Hikmah untuk proses identifikasi. Korban selanjutnya jenis kelamin lali-laki ditemukan pukul 17.25 wita.
"Sehingga sampai saat ini jumlah korban jiwa banjir bandang itu sebanyak 38 orang," bebernya.
Sementara untuk jumlah korban banjir bandang di Luwu Utara mencapai 1.592 orang, dan ebanyak 1.543 orang selamat.
BERITA TERKAIT
-
Andi Rahim Apresiasi Dibukanya Penerbangan Makassar – Masamba Pakai Pesawat ATR72-500
-
17 Pelaku Tambang Emas Ilegal di Rampi Luwu Utara Teridentifikasi, Dittipidter Kejar Pemodal
-
Bupati Luwu Utara Paparkan Potensi Daerah di Hadapan CEO Danantara dan Ketua KADIN Pusat
-
Luwu Utara Terima Bantuan Rp500 Juta untuk Penanganan Bencana Longsor di Desa Minanga, Rongkong
-
Festival Seni dan Budaya Kombong Pitu Masapi Resmi Digelar, Diharap Jadi Penguat Karakter Budaya Luwu Utara