Aswad Syam
Aswad Syam

Sabtu, 18 Juli 2020 14:35

Ilustrasi
Ilustrasi

Tukang Parkir di Makassar Dikeroyok 4 Remaja, Gara-gara Uang Rp2000

Seorang tukang parkir dikeroyok empat remaja. Itu setelah dia meminta uang parkir Rp2000.

MAKASSAR, BUKAMATA - Wahyu Nurdin (39), bonyok. Empat remaja menjadikannya sasaran bogem mentah. Mereka masing-masing bernama Rahmat Hidayat (18), M Rizal (20), Syahrul Paliha (19), dan Saldi (20).

Tukang parkir di salah satu apartemen di Panakkukang itu pun luka di pipi kiri dan mengeluarkan darah. Juga rasa sakit di kepala.

Kasi Humas Polsek Panakkukang Bripka Ahmad Halim kepada wartawan, Sabtu (18/7/2020), membeber kronologinya.

Hari itu, Jumat, 17 Juli 2020. Sekitar pukul 04.00 Wita. Korban, Wahyu Nurdin, sedang menjaga parkiran di dekat sebuah apartemen di Makassar. Tiba-tiba seorang pelaku bernama Syahrul, keluar dari apartemen untuk membeli makanan dan memberi korban Rp5.000 sebagai biaya parkir.

"Awalnya pelaku Syahrul keluar membeli makanan. Namun, sebelum keluar, pelaku lebih dulu memberi uang parkir kepada korban sebanyak Rp5.000. Setelah datang kembali, pelaku memarkir motornya di tempat parkir yang sama dan menuju ke lantai 16 kamar 16 D (ke apartemen)," ucap Ahmad.

Tak lama kemudian, seorang pelaku lainnya, Rizal juga keluar membeli makanan dengan menggunakan sepeda motor yang sebelumnya digunakan oleh Syahrul. Namun, saat kembali, korban minta uang parkir Rp2.000 kepada Rizal. Alhasil, Rizal memberikan uang Rp2.000 tersebut.

Namun diam-diam Rizal tidak terima dimintai uang parkir oleh korban. Saat kembali ke kamar apartemen, dia memberi tahu rekan-rekannya sehingga mereka memutuskan mengeroyok korban.

"Setelah pelaku Rizal kembali dari luar, dia langsung memarkir motornya dan menuju ke kamar dan menyampaikan ke rekan-rekannya bahwa 'kenapa saya disuruh bayar parkir lagi, padahal sudah mi dibayar tadi'," ucap Ahmad.

Polisi yang menerima laporan korban lantas mengamankan keempat pelaku pada pukul 17.20 Wita atau kurang dari 24 jam setelah kejadian. Keempatnya diciduk polisi.

#Pengeroyokan