Redaksi : Sabtu, 18 Juli 2020 10:38

MAKASSAR - Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan akhirnya memutuskan mengusung bakal pasangan calon, Syamsu Rizal MI dan Fadly Ananda pada Pilwalkot Makassar 2020. Kepastian itu diperoleh setelah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri membacakan daftar calon yang memeroleh rekomendasi partainya, Jumat (17/7/2020).

Ketua DPD PDI Perjuangan Sulsel, Ridwan Andi Wittiri membeberkan sejumlah alasan partainya mengusung pasangan berakronim DILAN itu di Pilwalkot Makassar. Alasan pertama, kata Ridwan, sosok Syamsu Rizal atau kerap disapa Deng Ical adalah sosok yang sombere.

"Makassar membutuhkan pemimpin yang mampu menjadikan semua elemen dan potensi bersatu untuk membangun Makassar. Tidak ada blok-blok lagi di Makassar semua menyatu karena kemampuan Daeng Ical," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ridwan, Deng Ical adalah figur santun yang selalu menjadikan teman menjadi sahabat dan lawan menjadi kawan. Pemimpin yang mengakomodir, bukan pemimpin yang suka teriak-teriak.

"Deng Ical adalah wawali sebelumnya, yang bekerja maksimal sesuai job yang diberikan walikotanya. Tidak pernah mengeluh, tidak pernah menyalahkan dan tidak pernah bersentuhan dengan persoalan hukum. Deng Ical dikenal figur bersih. Diperkuat dengan ketulusan dan kecerdasan memimpin PMI, dimana dibutuhkan pengabdian dan pengorbanan," paparnya.

Menurut Ridwan, semua kelebihan yang dimiliki Deng Ical sangat pas disandingkan dengan sosok Fadly Ananda yang merupakan figur muda dan kekinian. "Fadly adalah seorang dokter, yang tentu sangat tinggi pengabdian dan perhatian kepada sesama," katanya.

Terlebih, kata Ridwan, Fadly belum memiliki dosa politik dan tidak terkontaminasi intrik-intrik politik, figur bersahaja dan taat beragama. Figur yang mengedepankan persahabatan dan kekeluargaan, serta memiliki manejerial yang kuat.

"Tentu gabungan Deng Ical (DI) dan Fadly Ananda (LAN), sangat menakjubkan dan mengagumkan. Makassar akan teduh dan berjaya. Mampu meredam semua pihak dengan mengakomodir semua potensi untuk Makassar Jaya. Akan menjadi Dwi Tunggal, Walikota yang bekerjasama dengan wakilnya. Bukan yang meninggalkan wakilnya atau yang memperdaya wakilnya," pungas Ridwan.