Ulfa : Rabu, 15 Juli 2020 14:32

BUKAMATA - Ribuan rumah warga di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dihantam banjir bandang, Senin malam (13/7/2020). Sebanyak 4.930 keluarga di 6 kecamatan terdampak.

Banjir ini dilaporkan sebagai banjir terparah yang melanda wilayah tersebut. Ratusan rumah warga terendam lumpur bercampur pasir setelah diterjang air bah setinggi dua meter.

Dompet Dhuafa Sulsel (DD Sulsel) dengan cepat merespon kejadian bencana ini. Rahmat Hidayat HM selaku Pimpinan cabang Dompet Dhuafa Sulsel menyatakan, tim Dompet Dhuafa sudah hadir di lokasi untuk membantu evakuasi korban. Dmpet Dhuafa akan melakukan yang terbaik sampai proses recovery nanti.

"Tujuh orang tim diturunkan untuk membantu kebutuhan darurat di lokasi terdampak. Hingga saat ini, Dompet Dhuafa telah melakukan asesmen dan pendampingan awal terhadap warga terdampak," kata Rahmat.

Dompet Dhuafa Sulsel juga bergabung bersama tim gabungan untuk melakukan evakuasi korban hilang di Desa Radda, Kecamatan Baebunta. Yang juga merupakan lokasi terdampak parah banjir bandang.

"Sampai saat ini, kami melakukan evakuasi korban hilang di Desa Radda, Kec. Baebunta. Sementara untuk rencana respon kedepan, Dompet Dhuafa akan membuka dapur umum, pos hangat dan aksi bersih material yg masih menutupi ruas jalan," ujarnya.

Diketahui, ratusan rumah di desa ini tertimbun lumpur. Aktivitas warga lumpuh karena lumpur yang membawa material seperti kayu sampah menutup jalan di pemukiman warga.

BNPB mencatat sebanyak 4.930 keluarga di Luwu Utara terdampak banjir bandang. Mereka berasa dari 6 kecamatan yakni Kecamatan Masamba, Sabbang, Baebunta, Baebunta Selatan, Malangke, dan Malangke Barat.