Redaksi : Rabu, 08 Juli 2020 10:58
Pernikahan beda usia di Pinrang.

PINRANG, BUKAMATA - NS menaruh hati kepada pria tunanetra asal Makassar. Perjumpaan pertama gadis 12 tahun asal Pinrang, terjadi saat pria berinisial B (44), sedang mengobati kerabat NS di Pinrang.

Saat itulah, benih-benih cinta bersemi antara keduanya. Mereka melanjutkan hubungan 5 bulan itu lewat video call.

B pun datang melamar. Lamaran pertama ditolak. Pasalnya kondisi fisik B yang mengalami keterbatasan. Begitu pula pada lamaran kedua.

Penolakan keluarganya, membuat NS berontak. Dia pun memilih kabur dari rumah. Tiga hari dia tak pulang. Sang ibu, Sitti cemas.

Akhirnya, pada lamaran ketiga, B diterima. Pasalnya, Sitti cemas terjadi apa-apa dengan anaknya, jika tidak dinikahkah. Dari pada malu, dia memilih merestuinya. Panaiknya Rp40 juta. Dinikahkah secara sirih pada 30 Juni 2020 di rumah mempelai wanita, di Kecamatan Suppa, Pinrang. Karena kepala desa setempat, Darmawan menolak mengeluarkan surat pengantar nikah.

Yang menikahkan kakak kandung mempelai perempuan. Pasalnya dia tinggal dengan ayah tiri, yang tidak berhak menikahkan.

Setelah foto pernikahan viral, petugas gabungan, termasuk Lembaga Perlindungan Anak Pinrang, Dinsos Pinrang dan Polsek Suppa melakukan penyelidikan.

Kapolsek Suppa, AKP Candra, mengatakan, penyelidikan masih berlangsung sehingga hasil penyelidikan belum diketahui.

Sementara Kepala Desa Darmawan bilang, tim sudah pernah ke rumah mempelai perempuan. Namun kedua mempelai tak di rumah. Mereka ke Makassar, pasalnya ada keluarga mempelai laki-laki yang meninggal.