Ulfa : Sabtu, 04 Juli 2020 13:20
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan gencar melakukan upaya pemutusan mata rantai virus corona (Covid-19).

Untuk menekan angka penyebaran, Pemprov Sulsel menghadirkan program rapid test gratis. Program ini tentunya akan membantu warga masyarakat yang hendak bepergian, khususnya mereka yang melakukan perjalanan antar kota antar propinsi.

Pemeriksaan ini juga akan dilengkapi dengan surat keterangan reaktif atau tidak terhadap Covid-19. Program ini diijadwalkan dilaunching pada Senin, 6 Juli 2020.

"Saya sampaikan, karena sekarang ini yang menjadi persoalan masyarakat mau pergi dan harus rapid," kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Kata Nurdin, pemeriksaan akan berlangsung di dua lokasi yakni Aula Balai Kartini, Jalan Masjid Raya dan di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan.

"Ini kita gratiskan bagi yang mau berangkat, kebetulankan keterangan itu sudah mulai kita gunakan," tambahnya.

Hal ini dilakukan sebagai upaya Pemerintah Sulsel hadir untuk warganya. "Supaya tidak ada lagi orang yang mau berangkat lebih mahal biaya Swabnya daripada harga tiketnya," imbuhnya.

Sistem pemeriksaan pemeriksaan dibangun untuk menghindari kerumunan dan bergerombol, termasuk alternatif mendaftar secara online.

Hal ini juga sekaligus sebagai upaya aktif pemerintah mencari dan menemukan warganya yang terpapar Covid-19. Sulsel menjadi salah satu dari lima provinsi dengan kasus terbanyak.

"Maka saya ingin katakan, jangan kita lihat kasus perhari tapi kita lihat tingkat kesembuhan, terus tingkat penularan. Kalau tingkat penularan itu kita terus melandai. Kenapa setiap hari naik terus (angkanya)? Itu karena tracing, kedua kapasitas laboratorium kita. Jadi sekarang ini kita itu ada tujuh lab dengan kapasitas spesimen itu sampai 2000 perhari," kata Nurdin Abdullah.

Mereka yang terkonfirmasi positif akan dilakukan penanganan tempat perawatan, gizi yang baik, vitamin yang bagus sehingga mereka lebih cepat sembuh.